Mie Pangsit Blower atau Mie Pangsit Tunggal Rasa

Berbekal dari rekomendasi seorang kawan yang sudah pernah mencoba mie pangsit blower.  Katanya kalau pas pesan akan bersiul suit suit. 

Kita datang sore hari sehabis solat ashar,  sampai disana ternyata ramai pengunjungnya.  Berderet montor parkir dan beberapa sepeda montor. Tak perlu kuatir tempatnya cukup luas jadi akan nyaman saat menikmati mie pangsitnya.

Tak perlu lama menunggu waiters datang menghampiri mau minum apa?  Minumannya beraneka macam tapi yang paling menarik untuk dicoba itu beras kencur, gula asem ataupun kunir asam. 

Kita pesan mie ayam pangsit bakso.  penyajiannya cepat,  kita datang pesan dan tak perlu menunggu lama. Rasa mie pangsitnya enak banget dengan kuah yang sudah ada kecapnya jadi tinggal nambah cuka,  sambal dan saos sesuai selera.

Penyajianya mie,  sawi dan potongan ayam dalam satu wadah mangkok,  kalau pesan tambahan bakso dalam wadah tersendiri.

Lokasi
Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23116

Buka
Pukul 10.00 – 22.00

Harga
Mie ayam pangsit bakso Rp 20.000

Cerita Dari Digul

Judul     : Cerita dari Digul    
Penyunting : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit  : Gramedia
Cetakan   : Kedelapan, Desember 2017
Tebal     : 320 halaman
ISBN      : 978-602-6208-98-9

Cerita Dari Digul merupakan kumpulan tulisan karya para eks digulis. Karya-karya tersebut dikumpulkan dan disunting oleh Pramoedya Ananta Toer.

Buku ini mengisahkan para tahanan politik semasa Pemerintahan Kolonial Hindia-Belanda yang dibuang di boven digul Papua dalam mempertahankan hidup di tempat pembuangan.

Isi buku terdapat lima kumpulan cerita rustam digulist karya D. E Manu Turoe,  Darah dan Air Mata di Boven Digul karya Oen Bo Tik,  Pandu Anak Buangan karya Abdoe’lXarim M.s, Antara hidup dan Mati atau Buron dari Boven Digul karya Wiranta dan Minggat dari Digul karya Tanpa Nama.

Cerita pertama berkisah tentang rustam yang melalukan propaganda akhirnya ditangkap dan diadili dibuang ke boven digul.  Cerita kedua menceritakan kisah cinta,  seorang pemuda rela mengejar cintanya ke boven digul dengan segala cara agar bertemu tambatan hatinya tetapi berakhir dengan tragis. Cerita ketiga berkisah tentang seorang bung pandu yang kecewa dengan perempuan saat sebelum jadi tahanan dan saat menuju ke pembuangan boven digul,  akhirnya dia mengecewakan perempuan saat berada di bovel digul. Cerita ke empat berkisah tentang tahanan boven digul yang melarikan diri melewati hutan rimba belum mengetahui keadaan medan berjuang untuk mencapai Papua Nugini agar mendapatkan kebebasan tetapi malah ditangkap dan dikembalikan ke bovel digul. Cerita terakhir berkisah tentang para tahanan yang melarikan diri dari boven digul untuk mencapai Papua Nugini atau ke Australia suda dukanya melewati hutan rimba dan akhirnya bertemu dengan tahanan lain yang melarikan diri juga.

Dari kelima cerita ini tergambarlah bagaimana awal dari para tahanan bisa di buang ke boven digul,  keadaan perjalanan menuju boven digul dan keadaan kehidupan di boven digul serta para tahanan yang melarikan diri. 

Kekurangannya cerita kelima akhir cerita masih menggantung, karena masih dalam perjalanan menyusuri sungai apakah selamat sampai tujuan dan bebas ataukah selamat sampai tujuan ditangkap dan dikembalikan ke boven digul.