Work From Home dan Grafik Kenaikan Berat Badan

Kebijakan pemerintah dalam penanganan dan pencegahan penularan virus corona adalah work from home serta masyarakat dihimbau untuk menjaga jarak sosial (social distancing).

Sebagai pekerja/pegawai yang harus merantau kami memiliki latar belakang beragam. Ada yang sudah berkeluarga, ada juga yang belum berkeluarga. Pilihan sikapnya juga beragam, termasuk atas makan, mereka yang telah berkeluarga kebanyakan masak sendiri biar lebih higienis dan mengurangi paparan dunia luar, sedang yang belum berkeluarga meski dengan terpaksa tetap harus cari makan di luar.

Mengurangi paparan dunia luar, kelompok lajang ini ada yang memutuskan makan penggabungan (pagi-siang jadi sepaket) atau kadang yang malam. Bisa semacam sarana untuk menjaga makan dan diet bagi beberapa orang. Godaan untuk yang masak sendiri, karena jarang keluar, bisa jadi lebih banyak masak dan lebih sering makan. Ancaman berat badan naik semakin besar.

Diam terus di rumah adalah sesuatu yang berbeda. Dan pastinya menimbulkan ketidaknyamanan di rumah terus merasa boring/jenuh. Ketika pekerjaan utamanya selesai biasanya bisa ngobrol dengan teman, nongkrong santai di warung kopi atau sekedar berkelakar dengan teman-teman, meski hanya di gazebo kompleks. Sekarang? hanya berdiam diri mungkin pegang hp atau nonton TV yang seluruhnya fokus dalam rumah.

Kondisi seperti tersebut, bagi seorang oportunis dan yang tidak tahan dengan sepi dan kemonotonan seringnya disiasati. Ada yang pilih keputusan olahraga secara rutin, baca buku banyak-banyak atau menekuni hobi lebih giat lagi. Ada juga yang ngemilnya lebih semangat lagi.

Bagi kami yang berada di komplek bisa berolah raga joging dan disaat seperti ini malah semakin rutin joging setelah itu berjemur di sinar matahari yang bilangnya menjadi sumber D3 yang mampu menguatkan kekebalan tubuh kita.

Pas kembali ke rumah masing masing apakah porsi makan dan camilan meningkat ataukah malah berkurang, ya balik lagi itu adalah godaan. Secara psikologis sudah bermasalah. Sebagian yang beraliran introvet mungkin gak terlalu berpengaruh tetapi yang ekstrovet akan mengalami tekanan keadaan berlebih. Ga ada ruang cukup untuk beraktualisasi.

Intinya, WFH adalah kebijakan yang tepat sekaligus godaan yang berat. Godaan untuk menjaga pola makan dan asupan yang dimakan. Grafik Kenaikan Berat Badan terancam naik tak tertahankan.

Selamat bergembira dan berbahagia dalam kondisi ketidaknyamanan dan tetap dirumah. Sekarang saatnya berjuang demi negara dari rumah, tetap jaga kesehatan

Salam dari kaum rumahan.

Diam Mikir Belanja, Gerak Takut Corona

Mungkin sebagian orang akan merasa berfikir konyol dengan judul seperti ini, namun itu untuk kalangan berada/mampu atau minimal untuk kluster menengah ke atas.

Mari kita cermati dari beberapa kejadian, pertama ketika sekolah diliburkan berdampak kepada pedagang keliling yang biasa berjualan ke sekolah harus ikut libur menyesuaikan. Mungkin di situlah perkerjaan utama mencari nafkahnya menyebabkan berkurang atau tidak adanya pemasukan.

Pedagang kaki lima yang biasa berjualan saat sore hari seperti sate, nasi goreng, ayam penyet, nasi uduk, omset juga menurun saat kondisi seperti ini. Penjualannya kurang dari setengah seperti hari biasa, orang banyak takut keluar.

Ojek online pastinya berdampak ketika sekolah diliburkan, pegawai yang bekerja di instansi diganti bekerja dirumah, mall ditutup, buruh pabrik diliburkan, pendapatan hanya berasal dari antar makanan. Pendapatan bisa dipastikan berkurang.

Buruh kasar gajinya pas pasan ketika masuk kerja sekarang ketika dirumahkan mendapatkan uang dari mana? Padahal ada yang namanya kebutuhan pokok yang harus selalu mereka penuhi.

Sedikit gambaran kelas menengah kebawah seperti di atas adalah kondisi yang perlu mendapatkan perhatian di tengah wabah Corona yang belum tau kapan berakhir. Mungkin sebagian dari kita mempunyai cadangan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sebulan, dua bulan bahkan setahun andaipun tidak bekerja. Atau bagi pegawai tetap, aparatur sipil negara maupun lainnya yang sudah pasti mendapatkan gaji barangkali hal demikian tidak mengapa.

Lantas bagaimana mereka yang harus menggantungkan rejeki dari nafkah-nafkah jalanan dan pundi-pundi honor harian? Diam di rumah, mereka mikir uang belanja, keluar rumah mereka takut Corona. Sedangkan hidup tetap harus mereka putar sebagaimana biasanya, agar dapur tetap mengepul dan jalan tegap menegak punggung.

Suke Pangon

13 Reasons Why

Judul    : 13 Reasons Why
Penulis : Jay Asher
Penerbit  : Penerbit Spring
Cetakan   : Pertama, Mei  2018
Tebal     : 324 halaman
ISBN : 978 – 602 – 6682 – 24 – 6

Kau tidak bisa menghentikan masa depan.  Kau tidak bisa mundur ke masa lalu.  Satu satunya cara untuk mengetahui rahasia itu adalah menekan..  Play

Clay Jansen pulang dari sekolah dan menemukan sebuah paket berisi setumpuk kaset.  Namun,  ternyata pengiriman kaset kaset itu adalah Hannah Baker,  teman sekolahnya yang bunuh diri dua minggu lalu.  Dalam kaset kaset itu,  Hannah menjelaskan alasan alasan kenapa dia bunuh diri dan siapa saja yang terlibat didalamnya.  Clay menjadi salah satunya

Hannah Baker sudah tiada.  Seharusnya rahasia rahasia gadis itu terkubur bersamanya.  Namun setelah mendengarkan isi kaset,  Claymenjadi paham kenapa dia menjadi salah satu alasan Hannah Baker mengirimkan kaset padanya.

Sepanjang malam,  Clay mendengarkan kaset Hannah baker,  mengikuti petunjuk yang Hannah berikan,  menyusuri kota kecilnya. Namun yang dia temukan kemudian mengubah hidupnya selamanya.

Kehidupan akan selalu terus berjalan,  kita harus sedikit peka tentang kehidupan teman yang mengalami perubahan. Dari sini nanti kita bisa belajar tentang arti pentingnya psikologi  dan pertemanan dalam mengambil keputusan

Selamat membaca

Rasa yang Tak Biasa di Tengah Wabah Corona

Kalau bisa dibilang sebenarnya masalah yang dihadapi saat ini sama, tentang virus Corona. Sedangkan bagaimana respon dan sudut pandang masing masing akan sangat berbeda persepsi dan sikap.

Penyebaran virus Corona berawal dari Wuhan Cina sekitar akhir tahun 2019 lalu, secara pribadi saya menganggap itu hal lumrah. Tidak merasa khawatir karena penyakit itu hanya terjadi di Cina, itu pikir saya. Bahkan sempat muncul kekaguman saat Cina mampu membuat rumah sakit penanganan corona hanya selama 10 hari.

Akhir Februari 2020 kemudian dibuat tersentak dengan Arab saudi yang mengeluarkan fatwa pelarangan umroh untuk jangka waktu yang belum ditentukan. Padahal yang terkena virus Corona adalah negara sekitarnya dan belum begitu banyak korban kala itu.

Awal Maret kemudian, saya dibuat tertegun dengan berita kasus dan kematian di Negara Italia dan Iran yang penambahannya begitu cepat seperti bilangan eksponensial.

Sampailah virus Corona di Inggris membawa implikasi kebijakan diberhentikannya Liga Inggris sementara waktu. Rasa kecewa tentulah ada, bagaimana mana tidak Liverpool yang diambang juara Liga Inggris tinggal butuh dua kali kemenangan saja untuk jadi champion, sebagai fans prihatinlah jiwa saya. Penantian yang cukup panjang 30 tahun harus menggantung.

Bersamaan dengan itu negaraku tercinta Indonesia masih dalam keadaan aman, katanya. Perasaan tenang dan nyaman melingkupi, terlebih pemerintah seperti giatnya menggenjot roda perekonomian Nevada dengan menghadirkan kebijakan pemberian insentif diskon tiket pesawat agar pariwisata dan perhuhungan tidak ikut lumpuh dengan maraknya berita terkait pendemi corona.

Beberapa pekan selanjutnya terjadi simpang siurnya berita terkait di Depok muncul ada pemberitaan kasus terjangkitnya corona. Khawatir lantas muncul, bisa jadi berita itu benar. Sebagai antisipasi saya cari alat pelindung diri (APD) masker salah satunya, tapi nihil di beberapa apotik. Disusul langkanya hand sanitizer juga alkohol.

Setelah adanya kebenaran virus Corona yang mewabah di Indonesia dan dikeluarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang larangan solat berjamaah di masjid, juga kebijakan untuk home from work serta social distancing membawa kondisi pada kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Takut ada, cemaspun pasti, curiga banyak bermunculan.

Di tengah kekalutan seperti ini, saya kemudian teringat pesan kang Helmy (Founder Pola Pertolongan Allah Institute) dalam buku Kajian 20:80. Dari substansi pesan tersebut saya merasa diantarkan pada ketenangan. Bahwa adanya hukum alam bahwa setiap hasil itu berasal dari ikhtiar hanya 20% saja sedangkan 80% merupakan sunatullah.

Kecemasan akan wabah corona, coba saya imbangi dengan ikhtiar menjaga diri dan keluarga. Menjaga kebersihan, perkuat doa dan ibadah hingga jiwa benar-benar dapat berjumpa dengan ketenangannya.

Demikian strategi saya, bagaimana dengan Anda?

Suke Pangon

Pesan Cinta-Nya

Judul    : Pesan Cinta-Nya 
Penulis : Reza Rendy
Penerbit  : PPA institute
Cetakan   : 14, Desember 2019
Tebal     : 341 halaman

Catatan pengembaraan hati seorang pejalan. Bagaimana kita terus melangkah dan tak berhenti menuju Allah. Tetapi dalam perjalanan pastinya selalu ada ancaman apakah berhenti atau salah dalam perjalanan.

Buku ini berisi tentang pesan pesan cinta – Nya yaitu tentang ketauhidtan. Bagaimana kita diajak bukan hanya tau tentang Allah tetapi kita mengenal Allah. Bukan banyak ngomongin Allah tetapi kita harus selalu ngomong sama Allah. Sehingga mengetahui rasanya dalam kehidupan ini Allah selalu hadir.

Wujud utama dari pesan pesan cinta – Nya, memunculkan perasaan jatuh cinta dan di cintai Allah. Melahirkan kesadaran akan hidup sehingga memunculkan rasa ketidakberdayaan tanpa-Nya, sekaligus kekuatan luar biasa menghadapi hidup.

Penggunaan bahasa bumi dalam menjabarkan ketauhidtan menjadikan buku ini mudah dipahami.

Mari kita baca pesan Cinta-Nya maka kau akan dikejutkan dengan keajaiban-Nya. Namun miracle hanyalah hadiah tambahan semata.

Sudah disiapkah dengan hadiah utamamu kawan? Bertemu dengan Allah kelak di surganya.

Kajian 20:80

Judul    : kajian 20 : 80
Penulis : kang Helmy
Penerbit  : PPA institute
Cetakan   : Kelima, September  2018
Tebal     : 184 halaman

Ikhtiar bumi yang menggetarkan langit

Bahkan angin pun bisa dihitung,  gravitasi bisa diperkirakan, kecepatan angin bisa ditentukan. Rumus matematika dan fisika itu pola.  Yanh telah ditemukan dari sesuatu yang abstrak dan ternyata bisa dipastikan dan telah dibuktikan oleh para ilmuwan. Kalau tidak berpola dan selalu berubah ubah tidak mungkin rumus rumus itu bisa digunakan.  Jika hal diatas bisa dihitung. Mengapa keberuntungan dan nasib tidak?

Buku ini mengurai Visualisasi Bumi tentang kajian tauhid aplikatif pola pertolongan Allah memberikan benang merah bagaimana Allah memberikan pertolongan untuk yang sedang memiliki permasalahan hidup dan mengapa kita lelah ikhtiar,  ketemu dengan namanya gagal padahal kita tahu caranya dan bisa jadi kita memiliki pengetahuan untuk keluar dari permasalahan tapi ternyata tidak berjalan semestinya.

Buku ini disajikan dalam lima kepingan yang harus digabungkan satu dengan yang lainya dalam mengetahui pola pertolongan Allah. Kita diajak belajar dan mencari hikmah sehingga dapat mengetahui sunatullah.

Berisi contoh contoh praktek dalam kehidupan sehari hari memudahkan dalam memahami. Bahwa kebahagiaan itu bisa kita dapatkan dan selalu berpola.

Selamat menikmati kebahagiaan

Rumah Tangga

Judul    : Rumah Tangga   
Pengarang : Fadh Pahdepie
Penerbit  : Panda Media
Cetakan   : Keempat  2015
Tebal     : 286 halaman
ISBN      : 979-780-813-0

Aku bangun dengan cinta,  kau rawat dengan doa demikianlah kita berumah dalam cinta, ditangga menuju surga. Itulah awalan dari membuka buku.

Buku ini berisi tentang cerita cinta orang biasa dalam peristiwa keseharian berumah tangga. Bagaimana menikah itu bukan hanya aku dan kamu melainkan keluarga besar. Dalam pernikahan selalu ada kegelisahan karena manusia itu tempatnya cemas, sehingga perlunya membacakan doa doa yang sama,  serta merajut mimpi mimpi yang sama menuju  kebahagiaan.

Cara bercerita memakai sudut pandang orang kedua,  memudahkan kita selaku pembaca dalam berefleksi,  mematut diri,  meraba pikiran dan perasaan, barangkali kita di situasi sama.

Cocok sekali dibaca bagi yang akan menikah ataupun yang sudah menikah, banyak sekali makna dan pelajaran yang dapat dipetik tentanh kebahagiaan berumah tangga

Kita adalah dua orang biasa yang saling jatuh cinta.  Lalu, kita bersandar pada kekuatan satu sama lain.  Terus berusaha memaafkan kekurangan satu sama lain.

Kita adalah dua orang yang berbagi rahasia untuk menyublimkan diri masing masing.  Saling percaya dan berusaha saling menjaga.

Kita adalah dua pemimpi yang kadang kadang terlalu lelah untuk terus berlari.  Namun kita berjanji saling berbagi punggung untuk bersandar, berbagi tangis saat bertengkar.

Kita adalah dua orang egois yang memutuskan menikah.  Kemudian,  setiap hari,  kita berusaha  mengalahkan diri masing masing.

Dengan sejumlah rasa pengertian dan kesepahaman,  engkau bersenang hati menghormatiku sebagai suami dan aku berbahagia menyayangimu sebagai seorang istri.

Selamat membaca

Bebek Ayam Bang Nasir

Saat berjalan jalan berkeliling di daerah Lambaro, beloklah kita ada tulisan bebek ayam bang nasir, sebenarnya kita mau keluar untuk makan siang ingin mencoba menu mie ayam kebetulan warungnya tutup.

Saat kita masuk menu yang tersedia tinggal ikan paya, gulai ayam dan ayam tangkap. Kita tanya apakah lauknya milih sendiri? Waitersnya menjawab untuk lauknya kita hidangkan.

Tak berselang lama makananya pun dihidangkan. Penyajianya gulai ayam dalam satu piring ada beberapa potong ayam begitu juga dengan ikan paya dan ayam tangkap. Jangan kuatir yang dihitung buat dibayar hanya yang kita ambil dan kita makan.

Gulai ayam, ayam tangkap dan ikan paya menjadi menu andalanya. Gulai ayam rasa kuahnya pas dilidah dan tidak pedas, ayamnya empuk. Sedangkan rasa kuahnya ikan paya sedikit pedas. Ayam tangkap krenyes krenyes gurih, kering dan empuk didalamya.

Selamat mencoba

Lokasi
Lambaro, Kec. Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar

Harga
Ayam per potong Rp 10.000
Nasi Rp 5.000