Operasional Pasar Kambing di Ngawi Sebelum Idul Adha

Sekarang sudah memasuki bulan Dzulhijah atau idul qurban tanggal 3, maka tinggal 6 hari lagi hari raya Idul Adha tiba. Proses penyembelihan hewan kurban dimulai sampai Hari Tasyrik 11,12, dan 13.

Ada beberapa masyarakat yang sudah menyiapkan hewan kurbannya sendiri dan ada juga yang membeli di peternak langsung. Sebagian orang lebih suka kalau membeli hewan kurban menjelang penyembelihan selain banyak pilihan, bisa ditawar dan sekalian jalan jalan.

Nah pasar hewan kurban mana aja yang akan kalian kunjungi dan membeli.

Pasar Kambing Ngawi Barat
24 JuliJumat Walikukun
25 Juli Sabtu Ngrambe
26 Juli Minggu libur
27 Juli Senin Libur
28 Juli Selasa Walikukun
29 Juli Rabu Ngrambe
30 Juli Kamis Libur

Pasar Kambing Ngawi Selatan
24 Juli Jumat Libur
25 Juli Sabtu Libur
26 Juli Minggu Libur
27 Juli Senin Libur
28 Juli Selasa Kendal
29 Juli Rabu Libur
30 Juli Kamis Jogorogo

Pasar Kambing Ngawi Tengah
24 JuliJumat, Legi Paron dan Ngawi
25 Juli Sabtu, Pahing Libur
26 Juli Minggu, Pon Kedunggalar
27 Juli Senin, Wage Kerten Teguhan
28 Juli Selasa, Kliwon Tepas Geneng
29 Juli Rabu, Legi Paron dan Ngawi
30 Juli Kamis, Pahing Libur

Pasar Kambing Ngawi Timur
24 JuliJumat, Legi Libur
25 Juli Sabtu, Pahing Karangjati
26 Juli Minggu, Pon Libur
27 Juli Senin, Wage Libur
28 Juli Selasa, Kliwon Samben
29 Juli Rabu, Legi Libur
30 Juli Kamis, Pahing Karangjati

Biasanya saat libur di daerahnya maka akan mencari daerah lain yang terdekat bisa Ngawi ataupun luar kabupaten Ngawi. Atau sebagai opsional jual beli online bisa juga di Grup Facebook Komunitas Ternak Domba dan Kambing Ngawi.

Semoga informasi bermanfaat dan kita semua dapat melaksanakan kurban dengan niat ikhlas dan ibadahnya diterima

Suke Pangon

Petani Hidup Tanpa Hutang, Bisa?

Saat panen tiba cobalah untuk berkeliling di setiap bank di kecamatan pastilah akan penuh sesak. Saat masih di bangku sekolah, pikiran saya mempersepsi berarti petani kalau pas panen tiba banyak yang menabung. Lantas saya tanyakan ke orang tua. Jawaban orang tua nanti kalau udah bermasyarakat pasti tau.

Ketika sudah bermasyarakat akhirnya kemudian saya menemukan jawaban bahwa ketika panen tiba para petani akan membayar hutang dan akan meminjam lagi untuk biaya tanam selanjutnya. Demikian selalu berputar. Kalau seperti ini pola yang diterapkan, sampai kapan petani tidak berhutang? Mereka berasumsi, kalau gak berhutang petani tidak bisa menanam.

Ingat bukan ketika masih kecil kita menginginkan sepeda, beli mainan atau makanan yang istimewa bahkan baju atau perlengkapan sekolah? Orang tua akan bilang “Nanti ya kalau sudah panen Bapak/Ibu baru bisa belikan”. Siapa yang ingat dan mengalaminya?

Beban semua pengeluaran petani terjadi saat panen tiba dan pendapatan habis saat masa tanam datang. Sehingga kondisi inilah para petanimembutuhkan suntikan dana untuk tanam selanjutnya. Itulah pola yang harus di alami petani.

Nah apakah petani bisa terlepas dari pola hutang yang sudah mendarah daging mungkin sampai turun temurun? Dari beberapa pandangan dalam diskusi dengan teman teman yang bergelut dalam pertanian, sangat mungkin dan bisa petani itu tidak perlu berhutang namun ada langkah langkahnya.

Pertama petani harus bisa mengevaluasi dirinya sendiri mengapa harus berhutang, menguntungkan atau tidak berhutang. Sejauh ini bagi saya berhutang kalau bukan untuk menambah aset (sawah) hanya untuk menanam saja maka sangat merugikan petani karena ada bunga dari berhutang sedangkan pendapatan tetap.

Membayangkan atau bermimpi kalau kita tidak punya hutang maka pikiran akan lebih fresh dan tidak ada beban sehingga bisa menikmati hidup lebih nyaman dan santai, bisa bertindak lebih leluasa dalam aktualisasi diri.

Ketiga bahwa berhutang itu kurang baik bagi kita maka haruslah merubah mindset kita harus bisa bersedekah dan menunaikan zakat agar keberkahan dalam bertani ada.

Haruslah kita merubah pola dalam kehidupan kenapa perlu berhutang sih kalau masih mampu berdikari sendiri. Berarti ada yang salah dalam hidup ini kalau masih perlu berhutang. Apakah pengeluaran kita terlalu tinggi ataukah kita perlu menambah pendapatan agar tidak punya hutang?

Terakhir agar tidak punya hutang adalah kita punya target keluar dari jeratan hutang, apakah dalam jangka waktu 4 bulan, 8 bulan, 1 tahun, 2 tahun atau 3 tahun.

Semoga bermanfaat dan kita sama sama belajar keluar dari jeratan hutang.

Suke Pangon

Perawatan Kambing Qurban

Memastikan kambing dalam kondisi sehat saat penyembelihan waktu hari raya Idul Adha itu kewajiban peternak maupun calon pequrban. Apa itu mudah? Ya gampang ya susah, maka diperlukan perlakuan khusus. Kesehatan kambing yang terjaga maka kambing akan rileks dan gemuk saat dipotong.

Perawatan kambing qurban di antaranya sebagai berikut:

  1. Memandikan
    Kambing harus dimandikan agar kebersihan dan kesegaran terjaga, kutu di bulu kambing tidak ada yang akan berefek pada kesehatan kambing dan selera makan.
  2. Pakan yang terjamin
    Pemberian pakan harus optimal bukan hanya pakan hijauan tetapi konsentrat untuk menambah nilai gizi agar tetap gemuk serta menghasilkan banyak daging saat di sembelih.
  3. Pemberian vitamin dan mineral
    Tambahan mineral dan vitamin sangat diperlukan untuk kambing. Kandungan dari pakan hijauan masih belum mampu memenuhi kebutuhan mineral dan vitamin yang dibutuhkan untuk proses tumbuh kembang ternak. Sehingga harus ada tambahan agar diperoleh kualitas kambing yang maksimal.
  4. Kebersihan kandang
    Kandang ibarat rumah bagi manusia, kebersihannya akan sangat berpengaruh pada kualitas hidup penghuninya di dalamnya. Termasuk kebersihan kandang bagi kambing. Kandang sejenis panggung dibersihkan dengan disapu pagi dan sore, membersihkan kandang dari pakan yang berserakan, pemberian dolomit pada kotoran kambing agar tak tidak menghasilkan bau. Dan kotoran hewan dikeluarkan setiap sebulan sekali.

Semoga bermanfaat

Suke Pangon
(Suke Pangon Farm)

Tips Memilih Kambing Qurban

Kebutuhan kambing saat menjelang Qurban akan mengalami pelonjakan, biasanya sebulan mendekati hari H pasar sudah mulai ramai pembeli sehingga hargapun ikut naik. Kadang ada kambing yang dibawa dari peternak ke pasar, atau kadang beli kambing dari pasar satu dijual kepasar lain.

Lantas bagaimana memilih kambing Qurban agar sesuai syariat dan memuaskan sehingga hati merasa cocok dan tidak khawatir karena keliru? Berikut tipsnya :

  1. Kondisi Kambing Sehat
    Ciri kambing yang sehat di antaranya memiliki bulu terlihat bersih dan mengkilat, mata tidak berair, cek jalan kambing dan lihat selera pakan.
  2. Tidak cacat
    Kambing saat dicek jalan, harus sedikit jeli memperhatikan kaki tidak melengkung, buah zakarnya genap dua, telinga sempurna (tidak terpotong)
  3. Cukup Umur
    Kambing haruslah berumur 12 bulan (1 tahun), bisa dilihat dari gigi poel sepasang, kalau kambing persilangan poel bisa mencapai umur 15 bulan.
  4. Gemuk
    Kambing gemuk bisa dilihat dari leher (leher sudah berkerut dan bergelambir). Pegang kanan kiri lulur atau punggung kambing, kambing yang gemuk biasanya tulang rusuk tidak tampak karena tertutup daging serta di bagian perut jika dipegang tidak mengempis.
  5. Tempat Pembelian Bersih
    Pilihlah tempat membeli kambing di tempat yang bersih tidak dekat sampah atau berbau, agar kambing terhindar dari kondisi stres.

Semoga dengan tips pemilihan bisa lebih memudahkan dalam memilih hewan qurban.

Buruh Tani dan Pertanian Terintegrasi

Membincang tentang pertanian maka tak akan lepas dari peternakan, perkebunan, perikanan atau familiar disebut dengan agrokomplek.

Pekerja yang berkecimpung di bidang agrokomplek kerap dibayang bayangi isu kemiskinan atau kondisi pra sejahtera. Kemiskinan kultural yang secara turun temurun diwarisi karena tidak adanya daya upaya untuk merubah kondisi.

Bagi para buruh tani melalui pendidikan berupaya mengubah kemiskinan, berharap anaknya akan mendapatkan pekerjaan yang mampu mengangkat derajat hingga sejahtera tercapai kelak di masa depan.

Tapi selalu ada cara untuk mencukupi kebutuhan buruh tani melalui pekerjaan sampingan yang bisa mengurangi pengeluaran dan meningkatkan pendapatan.

Apa saja yang perlu dilakukan buruh melalui upaya dengan bekerja sebagai petani?

Pertama, wajiblah memelihara ternak dan berkebun. Inilah cara integrasi pertanian secara kecil kecilan.

Memelihara ternak di sini bisa dengan memelihara kambing, sapi ataupun ayam. Sapi atau kambing bisa memilih salah satunya. Sebagai tabungan tahunan dikeluarkan saat kebutuhan hewan ternak melonjak seperti saat hari raya qurban tiba.

Lantas bagaimana mekanisme kerja yang dibangun? Seorang buruh tani saat pulang kerja siang atau sore membawa pakan ternak berupa rerumputan (ngarit). Kotoran ternak padat dan cair bisa digunakan sebagai pupuk untuk menggemburkan tanah.

Memelihara ayam ini sebagai bagian agar makanan sisa setiap hari tidak terbuang percuma. Ayam bisa dijual sewaktu waktu kalau membutuhkan. Telur ayam bisa dijadikan tambahan protein lauk sehari-hari.

Terkahir, upaya lain yang bisa dimanfaatkan pekaraan rumah dengan menanam sayuran, seperti cabai, terong, kangkung, bayam, tomat, kacang panjang. Selain untuk di masak setiap hari, kelebihanya dapat dijual. Dijual langsung ke pasar ataupun dengan dititipkan penjual sayur keliling.

Semoga ide serta gagasan ringan ini bisa dilakukan bagi mereka yang ingin berubah taraf hidup dan kesejahteraan. Karena telah teruji secara nyata, di mana gagasan lama terpakai dan dijalankan oleh orang tua hingga nenek kakek kita.

Membaca Penegakan Syariat Islam di Tanah Aceh

Bicara tentang penegakan syariat islam akan selalu pro dan kontra. Tetapi bagi kami yang belajar islam, setiap muslim wajib untuk menegakkan syariat. Karena sejatinya syariat itulah akan dikembalikan pada keamanan dan keselamatan diri kita sebagai manusia.

Dalam diri saya pribadi, ketika berbicara tentang penegakan syariat selalu tergambar tentang hukum potong tangan kalau mencuri, rajam, cambuk dan sebagainya. Mindset itu terbangun dari pengetahuan terbatas semasa saya masih kecil bahkan tertanam hingga dewasa.

Aceh, sebagai provinsi yang komitmen menetapkan syariat islam dalam kehidupan sehari hari. Salah satunya dalam hal berbusana haruslah mencerminkan seorang muslim. Apalagi untuk muslimah diwajibkan berkerudung serta tidak berpakaian ketat yang melanggar norma agama Islam. Di Aceh juga diberlakukan razia penertiban pakaian agar sesuai dengan aturan. Tugas penertiban itu dilakukan oleh satuan polisi pamong praja / waliyatul hisbah (satpol pp/ WH).

Awalnya saya berfikir kenapa sih harus dilakukan razia pakaian segala karena dalam hal berpakaian merupakan hak asasi masing masing individu. Sampai akhirnya anak saya bilang sama bundanya pas di ajak ke salah satu pasar area Banda Aceh. “Bunda bunda kenapa yang di deket satunya itu gak pakai kerudung? Kan perempuan”, celetuknya spontan. Pasar tersebut merupakan daerah perdagangan yang kebanyakan keturunan cina dan bukan pemeluk islam. Ternyata menjaga pandangan anak sejak dini memang berpengaruh sekali. Anak yang mulai belajar mengamati dan mengenal aturan islam ditambah lingkungan hidup dia di Aceh semakin menginternalisasikan nilai pada cara berpikirnya.

Kemudian pikiran saya kembali terpantik ketika muncul berita beberapa waktu lalu di mana sejumlah perempuan pesepeda yang menggunakan baju ketat dan tidak berkerudung keliling di seputaran wilayah Banda Aceh. Aksi yang menuai hujatan dan kritikan dari masyarakat luas lantaran aktivitas mereka bersepeda yang menyalahi aturan syariat di Aceh. Hingga pada akhirnya walikota Banda Aceh mengambil sikap tegas dengan memerintahkan satpol PP/WH untuk menangkap pelaku bersepeda dibawa ke kantor dan diberikan pembinaan serta diminta menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas tindakan mereka tersebut.

Hal positif yang dilakukan oleh seorang kepala daerah untuk menghormati dan mentaati peraturan tentang syariat islam yang diterapkan di aceh. Pelaku diminta untuk meminta maaf dan tidak mengulangi. Jika kita mengamati, sanksi yang diberikan pertama adalah peringatan. Bukan langsung sanksi tegas berupa cambuk kepada para pelanggar. Dari sini frame berpikir saya mulai berubah. Ternyata sungguh mulia dan memuliakan aturan syariat islam itu.

Sekali lagi memang umat islam sangatlah perlu ditegakkan syariat agar keberkahan itu muncul serta bisa menjaga pandangan mata. Tegaknya syariat islam tidak mengancam namun justru menyelamatkan.

Suke Pangon

Gunung Kering, Ngare Subur

Rerata masyarakat secara luas memahami bahwa pegunungan merupakan tempat yang sejuk dan subur. Aliran air yang terus menerus sepanjang waktu. Pertanian menjadi komoditas andalan. Seperti padi, ketela dan sayuran. Udara pun segar juga pemandangannya asri.

Beberapa tahun lalu, ketika pergi ke pasar area atas seperti Ngrambe dengan naik bus. Sepanjang jalan dimanjakan dengan udara sejuk dan pemandangan hijau, dipinggir jalan terdapat sungai mengalir. Namun sekarang bagaimana? Kondisi sudah berubah menjadi panas dan dipinggir jalan air sudah tidak mengalir.

Ketika kita perjalanan dari kota, sampai Soco maka akan terlihat hamparan sawah yang kering tidak lagi ditanami, kadang setahun cuma sekali tanam. Itu yang terlihat dari pinggir jalan, bagaimana dengan tempat yang lainya?

Beberapa tempat di daerah Jogorogo, Ngrambe dan Sine sudah tidak ada aliran air dari sungai sepanjang tahun. Menyebabkan sudah tidak bisa bertanam padi setahun 3 kali, kadang malah sekali saja kalaupun itu ada musim penghujan.

Ada yang bilang sumber air sebagian di ambil untuk air minum. Sehingga berakibat aliran untuk sungai jadi berkurang. Apakah penyebabnya itu saja? Ataukah memang cuaca yang berubah. Ataukah pegunungan sudah berkurang tanamanya sehingga saya resap tetumbuhan di musim penghujan jadi berkurang?

Akhirnya ada perubahan secara sosial dalam masyarakat. Kalau dulu gunung selalu hijau tanaman adanya air sepanjang tahun, sekarang kering karena aliran air gak sepanjang tahun. Sedangkan ngare mulai dari kerten sudah ada sumur menjadikan pertanian hijau sepanjang tahun. Kemudian, untuk tetap bertahan hidup, masyarakat di pegunungan beralih profesi menjadi pedagang.

Bagaimana cara mengembalikan gunung menjadi hijau, aliran air tetap terjaga sepanjang tahun? Karena kondisi tersebut lah yang menjadi kerinduan, yang secara tidak langsung akan meningkatkan ekonomi karena akan ada yang kembali ke pertanian.

Suke Pangon

Dilema Sumur Sawah, Ke Arah Mana Nasib Petani?

Irigasi merupakan aspek utama dalam pertanian. Mulai dari mengolah tanah tempat benih, memelihara benih, dan paling banyak dibutuhkan saat memasuki masaa tanam padi. Apakah disini sudah selesai sampai di sini? Masih lama lagi sekitar 90 hari lagi membutuhkan air, biasanya seminggu sebelum panen terakhir juga membutuhkan air.

Selama setahun menanam padi pada musim tanam ke tiga yang paling membutuhkan air, mulai tanam sampai hampir panen. Kalau musim tanam pertama dari awal sampai akhir kelebihan air karena terbantu hujan di musim penghujan. Sedangkan musim tanam ke dua awal hujan, baru akhir membutuhkan air.

Masih ingat dulu sekitar tahun 90’an untuk mengairi sawah sudah tercukupi dari aliran sungai. Menjelang tahun 2000 sudah bermunculan sumur pompa dengan mesin di atas tanah.

Ketika air permukaan sudah mulai menurun, akhirnya petani mulai mengusahakan lebih keras, petani menggunakan sumur bor dengan memakai mesin dibawah tanah. Maksudnya di bawah dibuat lubang sedalam 4 – 8 meter mendekati permukaan air untuk tempat mesin.

Ketika BBM naik dan mencari solar sebagai bahan mesin diesel semakin sulit maka kemudian petani beralih menggunakan sumur sibel atau artesis menggunakan listrik.

Obrolan di warung kopi, seorang petani pernah nyeletuk dan bilang sumur sibel itu mesin sibelnya ditaruh didalam sumurnya, geraknya mengikuti permukaan air. Nah kalau air permukaan semakin menurun kita nanti pakai sumur apalagi? Ada yang kemudian menimpali, “itu tandanya kiamat petani sudah gak bolej bertanam lagi”, mereka tertawa berkelakar bersama. hahahahaa

Dari sini sebenarnya harus ada upaya menjaga kelestarian lingkungan agar air sumber tetap lestari terjaga. Sekarang kekeringan sudah semakin parah dan musim kemarau lebih panjang. Tugas dan tanggung jawab bersama untuk mencari cara bagaimana agar lahan tetap subur, air tetap terjaga dan lingkungan tetap lestari. Biarlah hidup kita menjadi terus hidup untuk kehidupan.

Suke Pangon

Gandeng Pimpinan Daerah Endorse Produk UKM, Siapa yang Diuntungkan?

Efek masa pandemi berakibat pada eksistensi produk Usaha Kecil Menengah (UKM).  Beberapa produk mengalami penurunan penjualan secara onfline, akhirnya beralih ke penjualan secara online. Penjualan secara online melalui beragam media sosial.

Salah satu strategi yang  digunakan produsen/pelaku  UKM agar cepat dikenal produknya dengan cara endorse. Endorse dengan bantuan selebgram maupun influencer yang mempunyai follower besar. Tentu saja efek larisnya produk adalah signifikansi yang  diharapkan.

Akhir akhir ini, ada beberapa pimpinan daerah yang juga dilibatkan dalam endorse produk UKM.  Melibatkan pimpinan daerah untuk endorse produk UKM secara berkala barangkali akan cukup  membantu produk UKM di kenal di daerah tersebut.

Poin menarik sekali untuk kita pelajari tentang endorse oleh pimpinan daerah ini. Jika selebgram memang aktivitas rutinnya mempromosikan produk dengan mendapatkan imbalan. Demikian juga influencer.
Nah kalau pimpinan daerah bagaimana?  Seberapa banyak follower para pemimpin daerah sehingga jangkauan promosi dan impresi dari endorse produknya UKM tersebut saat di endorse. Terkait efektivitas dalam promosi.

Di masa  jelang pemilihan kepala daerah  seperti  sekarang ini. Adakah tujuan lain dari pimpinan daerah melalui endorse yang mereka laksanakan?  Menarik sebagai bahan diskusi. Apalagi akan mengikuti kontilasi politik. Akankah mampu membawa impresi naik untuk produk yang dipromosikan dari kalangan follower  kepala daerah  di media sosial, atau justru  membawa efek signifikan untuk  reputasi kepala daerah sebagai incumbent untuk  maju menjadi calon kepala  daerah lagi?

Secara umum saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan pimpinan daerah karena jelas membantu memasarkan produk UKM masyarakatnya kepada konsumen baru.  Selanjutnya  bagaimana? Mari ajak bermain persepsi dan  spekulasi kita.

Suke Pangon



Bersepeda, Cara Orang Kaya Beraktualisasi

Olahraga sangat dianjurkan di tengah pandemi Corona, ditujukan agar imunitas meningkatkan untuk menjaga kesehatan. Olahraga yang dimaksudkan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Tidak olahraga di tempat keramaian/dengan berkerumun, menjaga jarak agar terhindar dari terpapar Corona dan sebagainya. Akhirnya banyak yang memilih bersepeda sebagai alternatif olahraga yang kondusif.

Bersepeda bisa menjangkau ke tempat sepi dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Sehingga bisa mengurangi rasa kebosanan saat berolah raga. Jarak antar person juga bisa terjaga.

Bagi generasi kelahiran 1980 – 1990 bersepeda sudah tidak asing lagi, sebab pergi ke sekolah naik sepeda sudah menjadi rutinitas. Mulai dari SD sampai SMP bahkan ada yang sampai SMA.

Saat teman teman seangkatan kuliah posting bersepeda saya pikir awalnya mereka bernostalgia karena kebiasaan naik sepeda motor atau mobil menggantikan kebiasaan lama untuk bersepeda. Bersepedanya biasanya saat wekend tiba, setelah itu makan sambil beristirahat. Berawal bersepeda sendiri hingga sekarang sudah ada komunitas bersepeda.

Sepeda yang dipakai ada sepeda lipat, sepeda gunung dan sepeda balap, dan inilah beberapa macam sepeda yang sering dipakai. Dalam benak di hati wah bagus juga nih bersepeda dan sudah memplaning untuk membeli sepeda juga.

Beberapa teman kemudian posting dan lihat juga di internet harga sepeda sekitar 3 jutaan, pikir saya tidak mahal sudah standart. Tetapi akhir akhir ini beberapa teman posting di status jual frame sudah di atas 10 juta. Wihh mahal ternyata.

Ada juga yang posting saat membeli ditempat sepeda. Katanya sekarang sepeda banyak yang beli dan stok toko hanya tinggal 1/3 saja dari kondisi biasanya. Saat di cek cek ternyata harga sangat luar biasa sekali di atas puluhan juta semua. Belum perlengkapan lainya.

Nah kalau ada temen kamu yang memang levelnya sudah di atas kamu jangan pernah tanya harga sepedanya ya. Cukup tau saja.

Mereka bersepeda karena tidak bisa berwisata dan berpergian. Jadi barangkali, gaya hidup yang dimunculkan sebagai kesan dari bersepeda adalah cara mereka beraktualisasi.

Suke Pangon