Review Novel Tan Gerilya Bawah Tanah

Identitas Buku

Karya Hendri Teja
Penerbit Javanica
Cetakan I,  Oktober 2017
ISBN 978-602-6799-28-9 (Novel Sejarah)
507 Halaman

Sinopsis Novel Tan Gerilya Bawah Tanah

Setelah terjadinya pemberontakan PKH (Partai Komunis Hindia) banyak penganutnya yang ditangkap dan dibuang ke boven digul bahkan dibunuh. Tan Malaka berhasil melepaskan diri dari penangkapan dan melarikan di ke Malaya. Setelah gagal mencegah pemberontakan prematur.

Bersama kawanya subakat dan Jamaludin Tamin mendirikan Partai Republik Indonesia (PARI) di negeri siam (bangkok Thailand) . Cita citanya membangun persatuan antar rumpun melayu – Pan Melayu – tidak dibawah bayang bayang komitern (komunis internasional).

Akhirnya mereka berpencar mewujudkan cita cita revolusioner. Subakat berada di bangkok, Jalaludin Tamim ke Singapura dan Malaya. Sedangkan Tan Malaka ke Filipina dan Tiongkok.

Dalam perjuangan mengembangkan gagasanya Tan Malaka membuat tulisan tentang Menuju Republik Indonesia, Semangat Muda dan Aksi Massa. Tulisannya tentang penyadaran kaum tertindas oleh Kolonialisme. Bersamaan dengan itu muncullah sosok revolusioner Soekarno di Hindia Belanda.

Tetapi dalam upaya pengembangan PARI selalu ada perlawanan dari pemerintah Kolonial. Terutama agen intelijen Hindia Belanda yang bekerjasama dengan intelijen Siam, Malaya, Singapura, Filipina dan Hong Kong. Berupaya menumpas gerakan perlawanan sampai seakar akarnya.

Tan Malaka dalam pengejaran agen intelijen berpindah dari negeri ke negeri lainya selalu ada persahabatan dan cinta yang selalu tumbuh. Sempat dalam pelarian Tan Malaka mengingat saat di interogasi kolonel Ramos dengan pertanyaan. Apakah hasil perjuanganmu sepadan dengan kehidupan pelarian yang kau dapatkan?
Dalam hatinya Tan Malaka menjawab sepadan – “Sangat Sepadan”

Review Novel Tan Gerilya Bawah Tanah

Apa saja yang dilakukan Tan Malaka saat menjadi buronan politik? Apakah hanya berlari dari kejaran intelejen Hindia sehingga bisa selamat

Novel ini menceritakan kisah pelarian Tan Malaka dari kejaran intelijen Hindia dan akhirnya bisa menemukan gagasan perjuangan yang sesuai dengan kondisi bangsa melayu

Novel dibagi menjadi lima bagian kisah, yaitu : Anak Haram Kolonialisme, Sang Pemanah Fajar, Membayang Dalam Terang, Benderang dalam Kelam, Di Rembang Petang

Setelah terjadinya pemberontakan PKH (Partai Komunis Hindia) banyak penganutnya yang ditangkap dan dibuang ke boven digul bahkan dibunuh. Tan Malaka berhasil melepaskan diri dari penangkapan dan melarikan di ke Malaya

Bersama kawanya subakat dan Jamaludin Tamin mendirikan  Partai Republik Indonesia (PARI) di negeri siam (bangkok Thailand) .  Cita citanya membangun persatuan antar rumpun melayu – Pan Melayu – tidak dibawah bayang bayang komitern (komunis internasional)

Tan Malaka  membuat tulisan dalam menerjemahkan gagasan seperti, Menuju Republik Indonesia,  Semangat Muda dan Aksi Massa. Tulisannya tentang penyadaran kaum tertindas oleh kolonialisme. Bersamaan dengan itu muncullah sosok revolusioner Soekarno  di Hindia Belanda yang terinspirasi dari tulisannya Tan Malaka

Selain menceritakan Tan buku ini juga mengisahkan tentang Senna sang intelijen asli bangsa Hindia berhasil mendapatkan jabatan tinggi berkat  upayanya memberedel PKH dan Tan Malaka

Kata demi kata dalam penyampaian dan sudut pandang dari dua pihak membuat kita memahami kisahnya secara utuh, seakan akan kita larut didalamnya.  Terjadi pergolakan dalam diri tentang rasanya pelarian dan pemburu pelarian

Novel ini cocok dibaca bagi kamu yang suka sejarah mengenai Tan Malaka,  dengan sudut pandang berbeda.

Review Buku Man’s Search For Meaning

Identitas Buku

Judul     : Man’s Search For Meaning    
Pengarang : Viktor E. Frank
Penerjemah : Haris Priyatna
Penyunting : Aswita Fitriani
Penerbit  : Noura Books
Cetakan   : Keempat , Maret 2019
Tebal     : 233 halaman
ISBN      : 978-602-385-416-5

Review

Viktor Frank berada dalam kamp konsentrasi, didalam keganansan dan kekejian kamp, frank yang juga seorang psikoater belajar menemukan makna hidup. Menurutnya kita tidak dapat menghindari penderitaan, tetapi kita dapat memilih cara mengatasinya, menemukan makna didalamnya dan melangkah maju dengan tujuan baru. “hiduplah seakaan akan anda hidup untuk kedua kalinya. Dan bertindaklah seakan akan anda sedang bersiap siap untuk melakukan kesalahan yang pertama kalinya”.

Teori frank yang dikenal sebagai logoterapi, menjelaskan bahwa dorongan utama kita dalam hidup bukanlah kesenangan, tetapi penemuan dan pencarian dari apa yang secara pribadi kita temukan bermakna.

Buku ini sangat cocok untuk dibaca dan dipelajari bagi mereka yang merasakan kehampaan hidupnya. Karena manusia memiliki kebebasan untuk menentukan sikap dalam setiap keadaan. Kebebasan untuk memilih jalannya sendiri. Makna hidup berbeda antara manusia satu dengan lainya.

Selamat membaca

Review Novel lingkar Tanah Lingkar Air

Identitas Buku

Karya Ahmad Tohari
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Kedua Januari 2019
ISBN 978-602-03-1860-8 (Novel)
165 Halaman

Sinopsis Novel Lingkar Tanah Lingkar Air

Amid merupakan pemuda kampung yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dibawah panji Hizbullah. Tetapi karena ada intrik dan pengkhianatan dari sebagian orang membawa Amid masuk menjadi anggota laskar Darul Islam / Tentara Islam Indonesia.

Amid mulai merasakan kebimbangan manfaat gerakan DI /TII saat menyerbu desa yang mempunyai madrasah dan masjid besar ketika masyarakat dan ulama tidak mendukung gerakan maka harus dibunuh. Bahkan Amid merasa terpukul sanubarinya saat menembak mati seorang tentara yang disakunya tersimpan kitab suci dan tasbih. Sementara itu aku harus percaya bahwa Tuhan yang selalu ingin diingatnya melalui tasbih dan Quran-nya itu pastilah Tuhanku juga.

Amid mengingat kembali perselisihan antara Kiai Ngumar dan Kang Suyud. ketika saat itu kang Suyud menyatakan keinginan untuk bergabung dengan Kartosuwiryo yang ingin mendirikan sebuah negara Islam.

“Sabarlah, Suyud. Aku ingin kembali mengingatkanmu akan kandungan Kitab. Di sana disebutkan, hanya ada satu kekuasaan yang sah dalam satu negara. Dengan kata lain, bila Republik sudah diakui sebagai kekuasaan yang sah, lainnya otomatis menjadi tidak sah.”

Amid merasakan munculnya harapan untuk berkumpul dengan istri dan anak. Menjadi warga kampung, bertani dan hidup tenang pasca Kartosuwiryo tertangkap, seluruh laskarnya diminta untuk menyerahkan diri dengan jaminan pengampunan nasional.

Pada tahun 1965 Amid diminta oleh tentara untuk membantu menumpas pasukan Komunis yang bertahan di hutan jati Cigobang. Akhirnya Amid kembali mengangkat senjata, kali ini atas nama Republik, sesuatu yang pernah dirindukan dan gagal terlaksana. Pertempuran inilah Amid mendapatkan syahidnya.

Review Buku

Barangkali dari beberapa orang tulus dan ikhlas mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia namun ada beberapa yang mengambil keuntungan dan memanfaatkan.

Amid merupakan pemuda kampung yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dibawah panji Hizbullah. Tetapi karena ada intrik dan pengkhianatan dari sebagian orang membawa Amid masuk menjadi anggota laskar Darul Islam / Tentara Islam Indonesia.

Amid merasa terpukul sanubarinya setelah menembak mati seorang tentara yang disakunya tersimpan kitab suci dan tasbih.

Pasca Kartosuwiryo tertangkap, seluruh laskar DI/TII diminta untuk menyerahkan diri dengan jaminan pengampunan nasional.

Pada tahun 1965 Amid diminta oleh tentara untuk membantu menumpas pasukan Komunis yang bertahan di hutan jati Cigobang. Akhirnya kembali mengangkat senjata,  kali ini atas nama Republik,  sesuatu yang pernah dirindukan dan gagal terlaksana.

Alur yang dipakai Ahmad Tohari dalam novel kali ini menggunakan alur campuran .  Kita bisa belajar dari sini bukan hanya ketulusan dan keikhlasan dalam berjuang tetapi harus adanya kesabaran dan kehati hatian dalam melangkah karena selalu ada intrik dalam politik yang bisa menyebabkan mala petaka.

Sangat cocok dibaca oleh semua kalangan. Apalagi bagi kalian yang ikut sebuah organisasi.



Review Buku Perjamuan Khong Guan

Identitas Buku

Karya Joko Pinurbo
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama Januari 2020
ISBN 978-602-06-5758-7 (Puisi)
130 Halaman

Review Buku

Kalau ngomongin soal Khong Guan selalu mengingatkanku tentang suasana lebaran. Brand biskuit yang melegenda dan selalu menjadi daya tarik sendiri dalam perjamuan. Tapi tetap hati hati kena jebakan batman, yang di inginkan biskuit eh adanya rengginang. Bagaimana dengan kamu?

Kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan terbagi menjadi empat kaleng: Kaleng Satu (19 puisi), Kaleng Dua (18 puisi), Kaleng Tiga (21 puisi), dan Kaleng Empat (22 Puisi) terkumpulah 80 puisi.

Kumpulan puisi Joko Pinurbo (Jokpin) ini cocok dijadikan kudapan ringan untuk para pecinta puisi. Sebagai kudapan ringan karena seperti biasa, Jokpin menggunakan lisensi puitikanya untuk menyusun diksi-demi diksi sekena hatinya. Gelisahnya, suka maupun kecambuk segala rasa ia torehkan dengan suka-suka.

Bab pertama atau diistilahkan dalam buku tersebut Kaleng Satu, berisi puisi-puisi yang merespons keseharian manusia yang teralienasi dengan kemanusiaannya akibat kerja, perkembangan zaman, dan teknologi digital. Dunia sosial menjadi sebuah permasalahan dalam roda kehidupan.

Kaleng kedua serumpun dengan yang pertama, Jokpin menggunakan analogi menyentil dan dominasi majas personifikasi mengajak pembaca berjalan mengikuti alur. Terbahak, berdecak bahkan malu kena sindir.

Kaleng ketiga berisi semua tentang Minnah si Kutu Buku dengan pembawaan jati diri disandingkan sosok guru untuk menyeimbangkan peran. Menggelitik pikiran mungkinkah sebuah literatur pengetahuan harus bersamaan dengan sebuah panutan.

kaleng keempat (kaleng terakhir) sebuah ajakan menikmati perjamuan istimewa bersama kudapan lintas generasi, lintas kepercayaan, lintas budaya. Masih dengan pertanyaan klasik, Bapaknya di mana? Jokpin menuliskan puisi tentang bapak Khong Guan di dalamnya. Nah apakah ada yang sudah bertanya tentang ini? Dan mencari cari jawabannya bapak Khong Guan.

Karena sebagai kudapan ringan, buku ini tidak akan perlu waktu lama untuk menghabiskannya. Tidak juga membosankan kalau sering-sering kita jadikan camilan. Cocok bagi semua kalangan.

Selamat membaca
Terimakasih telah mampir dan semoga bermanfaat. Jangan lupa coretan komentarnya.

Tan Sebuah Novel

Identitas Buku


Karya Hendri Teja
Penerbit Javanica
Cetakan III,  Juli 2016
ISBN 978-602-6799-06-7 (Novel Sejarah)
427 Halaman

Sinopsis Buku


Lahir dengan nama Ibrahim.  Saat masih muda lulus kweekschool kakeknya meninggal dunia, mengakibatkan Ibrahim harus menggantikan kakeknya sebagai ketua adat dengan gelar datuk Tan Malaka.

Setelah menjabat gelar adat beberapa saat Tan mendapatkan rekomendasi dari gurunya Horensma untuk melanjutkan sekolah Rijkweekschool di  Haarlem Belanda. Didalam kebimbangan apakah menduduki sebagai ketua adat ataukah memilih sekolah, akhirnya Tan memilih melepas gelar datuk dan berangkat ke Belanda.

Saat kuliah mendapatkan pemikiran sosialis dari teman kos yang bernama  Wouters, menyebabkan Tan semakin bersemangat menulis kritik tentang keadaan Hindia belanda. Disamping itu cintanya Tan sedang bersemi kepada Fenny.

Bersama pelajar dari Hindia Belanda akhirnya mendirikan Perhimpunan Pelajar Hindia Belanda (PPHB).  Adanya konspirasi bahwa PPHB merupakan ancaman bagi Belanda menyebabkan Tan tidak lulus kuliah hanya menyandang gelar guru diploma. Gagal dalam ujian guru kepala.

Karena gagal ujian maka Tan wajib mengembalikan bea siswanya. Maka Tan mendapatkan bantuan Sneevliet pindah ke Deli (Medan) mengajar. Dari Sinilah semakin mematangkan pemikiran Tan tentang sosialis saat melihat kondisi kaum buruh perkebunan gula dan teh. Selepas terjadi pemogokan buruh, Tan ditangkap polisi karena dianggap terlibat dalam kerusuhan

Di Deli dianggap sudah tidak aman dan banyak ancaman Tan akhirnya melarikan diri ke Batavia. Dalam pelariannya sempat kembali ke minangkabau menjenguk keluarga yang telah lama ditinggalkan.

Sesampainya di Batavia Tan menemui Alimin atas saran dari Sneevliet. Alimin menyarankan agar menemui  Semaun ketua sarekat islam Semarang dan partai Komunis Hindia Semarang.

Di Semarang Tan mendirikan sekolah rakyat dan berhasil.  Dari sini Tan semakin dikenal kalangan pergerakan. Sampai akhirnya Tan didaulat Semaun mengikuti kongres serikat pegawai percetakan Hindia untuk menjadi ketuanya.

Karir paling menanjak dan semakin menjadi acaman bagi Hindia Belanda adalah saat Tan menjadi ketua PKH Semarang menggantikan Semaun. Semakin gencarnya tulisan mengkritik pemerintahan kolonial menyebabkan Tan ditangkap dipenjara di Bandung selama dua tahun

Saat gempa terjadi di Bandung akhirnya Tan bisa melarikan diri dan berusaha mencegah pemberontakan yang akan dilakukan PKH.  Tetapi gagal

Review buku


Apa yang terlintas dalam pikiranmu terkait kehidupan tokoh pergerakan? Tan Malaka  merupakan salah satu tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia dan sekarang menjadi pahlawan nasional.

Buku setebal 427 halaman menceritakan tentan Tan Malaka dalam bentuk novel.  Dibagi dalam lima kisah yaitu lelaki yang merindu nian,  lelaki yang pergi dengan riang,  lelaki yang berlari cepat,  lelaki yang mendahului  serta lelaki yang mengatur perkara.

Lahir dengan nama Ibrahim dan harus rela melepaskan gelar adatnya Datuk Tan Malaka saat lebih memilih untuk melanjutkan kuliah di Rijkweekschool Haarlem Belanda.

Saat kuliah inilah Tan Malaka mengenal paham sosialis sekaligus menemukan cinta pertamanya.

Setelah kembali di Hindia Belanda membuat Tan Malaka semakin memahami paham sosialis antara literatur dan kondisi kesengsaraan. Sampai akhirnya membuat Sekolah Rakyat untuk kaum Kromo.

Saat kita membaca buku novel ini seakan akan Tan Malaka bercerita langsung kepada kita.   Kebimbangan saat melanjutkan kuliah,  mengenal paham sosialis,  menemukan cinta, mendirikan sekolah rakyat serta dibalik sutradara Tan Malaka menjadi besar dan terkenal mengenai paham sosialis dalam memperjuangkan kaum tertindas.

Sangat cocok dibaca bagi kalangan pergerakan yang nantinya akan terjun dalam dunia politik.

Kutipan

“Dengar baik baik,  di negeri ini kita semua setara.  Buang jauh jauh pemikiran Hindia hinamu.  Negosiasi yang di impit rasa rendah diri hanya berujung pada kekalahan”

“Ciri utama kalangan terpelajar adalah mampu menulis,  dengan tulisan kalian dapat mengabarkan  apapun kepada mereka”

“Jangan pikir apa yang akan kalian tulis,  tapi tulis apa yang kalian pikir”

“Terkadang pena bisa lebih tajam ketimbang pedang”

“Sekolah rakyat mendidik murid melihat langsung keadaan sekitar dengan kepala mereka sendiri,  didorong untuk mengeluarkan pikiran, perasaan baik lewat artikel syair drama dan tarian.  Berharap kurikulum ini berbekas dalam ingatan mereka dan akhirnya menjadi karakter”



Konspirasi Alam Semesta

Identitas Buku
Karya Fiersa Besari
Penerbit Mediakita
Cetakan ketujuh belas 2019
ISBN 978-979-794-535-0 (Fiction)
235 Halaman

Sinopsis
Lelaki kumal rambut ikal seleher saat mencari buku di pasar Palasari tak sengaja saat memutar tubuh dan beranjak pergi bertubrukan dengan gadis. Lelaki itu memungut dan mengembalikan buku yang terjatuh berserakan, saat saling tatap telah membuat jagatnya sejenak berhenti.

Berkat konspirasi alam semesta lelaki dan gadis itu bertemu kembali, secara tak sengaja saat lelaki itu mewawancarai anak dari sinden shinta Aksara. Gadis itu memperkenalkan diri sebagai Ana Tidae dan lelaki itu bernama Juang Astrajingga.

Ternyata pertemuan itu tidak berhenti disitu melainkan terus berulang melahirkan kecocokan. Walaupun masing masing mempunyai latar belakang yang cukup rumit. Akhirnya cinta Juang dan Ana bersemi, saat mendaki gunung Slamet Juang mengucapkan cintanya.

Kisah cinta Juang dan Ana di uji ketika Juang mendapatkan proyek film dokumenter tentang masyarakat Papua. Janjinya tiga bulan pulang ternyata saat mendokumentasikan terjadi musibah.

Saat pulang dari Papua Juang berganti mendapatkan musibah ketika ibunya di rawat di rumah sakit. Sedangkan Ana terus di kejar kejar pacar sebelumnya yaitu Deri.

Egonya Juang memuncak saat melihat Ana di peluk Deri, menjadikanya kabur ke pulau Nias. Tetapi bersamaan itu Ana masuk rumah sakit untuk melakukan operasi. Atas inisiatif orang tua Ana, Juang diberi kabar saat itu juga memutuskan pulang ke Bandung.

Cinta yang bersemi akhirnya di ikat tali suci ke atas pelaminan menjadikannya impian sepasang sejoli ini terkabulkan walaupun dengan cara sederhana.

Kegembiraan pernikahan tidak berlangsung lama saat Juang menyusul temannya dalam misi kemanusiaan meletusnya gunung Sinabung. Kepergian Juang kali ini untuk selamanya, membuat Ana terluka sampai akhirnya melahirkan Anak yang diberi nama Ilya Astrajingga – I love you always

Rivew Buku
Cinta seorang jurnalis dan pendaki gunung itu seperti apa? Apalagi saat merayakan jadian cintanya dan tulisan rayuan saat hubungan jarak jauh.

Berkat konspirasi alam semesta lelaki dan gadis itu bertemu kembali, secara tak sengaja . Gadis itu memperkenalkan diri sebagai Ana Tidae dan lelaki itu bernama Juang Astrajingga.

Ternyata pertemuan itu terus berlanjut dan menemukan kecocokan. Walaupun masing masing mempunyai latar belakang yang cukup rumit. Akhirnya jadianlah cinta Juang dan Ana saat mendaki gunung Slamet.

Kisah cinta mereka mengalami berbagai ujian. Sampai menguras, pikiran, emosi, perasaan dan rasa egoisme. Akhirnya cinta bersambut kedalam pelaminan menjadikannya impian sepasang sejoli ini terkabulkan walaupun dengan cara sederhana.

Tetapi kegembiraan tidak berlangsung lama saat Juang menyusul temannya dalam misi kemanusiaan meletusnya gunung Sinabung. Kepergian Juang kali ini untuk selamanya membuat kesedihan yang mendalam. Tetapi Ana bisa melewati dan melahirkan anak yang diberi nama Ilya Astrajingga – I love you always

Awalnya saat membaca buku ini agak kurang greget dan sedikit bingung alurnya, tetapi saat kejadian bertubrukan, saling bertatapan. Inilah yang bikin masuk cerita.

Jadi buku ini sangat pas bagi kalian yang suka cerita romantis baik remaja atau yang sudah berkeluarga buat mengenang saat masa muda

Makasih bagi yang telah singgah, semoga bisa bermanfaat jangan lupa kritik dan saranya

Tanah Surga Merah

Identitas Buku

Judul: Tanah Surga Merah
Penulis: Arafat Nur
ISBN: 978-602-03-3335-9
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama, Januari 2017

Sinopsis

Arafat Nur menyajikan cerita berlatar belakang kampung halamannya, Aceh. Novel yang ia hidupkan dengan tokoh utama bernama Murad. Seorang eks gerilyawan dari Partai Merah, karena kekecewaan ia memilih keluar dan dengan kecerdasan yang ia miliki dikabarkan membuat partai pecahan, Partai Jingga.

Kecewa yang tercampur benci dan rasa jijik melihat kemunafikan dan perubahan orientasi para penguasa kala itu membuat ia geram. Jumadi, seorang tokoh yang ia kisahkan sebagai seorang pemimpin daerah dari Partai Merah kala itu bersikap semena-mena dan memperturutkan nafsu bejat untuk memperkosa seorang perempuan yang masih saudara Murad. Ditembaklah selangkangan sang pemimpin tersebut, akhirnya ia menjadi buruan.

Lari ke Batam lantas ke Riau, menjadikan kerinduannya akan kampung halaman semakin membuncah setelah lima tahun ia tinggal. Kampung halaman yang menjadi tanah surga baginya. Kenapa penggarang menggunakan Surga Merah? Untuk mewakilkan cerita pertumpah darahan yang terjadi di Aceh kala konflik Nanggroe Aceh Darussalam dengan Indonesia.

Murad pulang ke kampung halaman dengan kerinduan yang ia beranikan. Ia sulap penampakan jambang hingga kumis, ia temui kawan lama yang ia percaya. Meski berubah penampilan, Murad tetap dicurigai dan diburu. Dikuntit, dikeroyok hingga ke manapun pergi ia terus dicari. Sampailah bersama dengan Jemala, seorang gadis belia melarikannya ke perkampungan sebrang hutan belantara.

Ending cerita, pengarang serahkan pada pembaca. Dia dan Jemala menghirup lepas udara alam di hamparan tanaman ganja.

Melalui pengisahan tokoh sampingan sekaligus teman Murad, ruh yang ingin disampaikan Arafat dalam novel sastra ini adalah kritik sosial dan kepemimpinan.

Sebagaimana Abduh-Husna sesosok pegawai yang sangat peduli dengan kesadaran baca orang Aceh, Muhtar seorang pejuang gerilyawan yang kemudian hidup sengsara dan penuh keterbatasan, Imran pejuang gerilyawan yang beda kubu namun mampu menyiasati hidup dengan sederhana. Hadi Kriet, pejuang yang telah tergoda oleh jabatan anggota dewan serta hidup dengan kemegahan. Dilengkapi dengan kondisi sosial budaya serta adat Aceh dalam penuturan, menjadikan pembaca semakin mengenal bagaimana dan seperti apa Aceh.

Selamat membaca

Robohnya Surau Kami

Identitas Novel

Judul    : Robohnya Surau Kami
Penulis : A. A. Navis
Penerbit  : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan   : Keenam belas, September  2010
Tebal     : 139 halaman
ISBN : 978 – 979 – 22 – 6129 – 5

Rivew

Sebagai judul utama, cerpen Robohnya Surau Kami ini mengisahkan dialog seorang Haji Saleh dengan Tuhan. Dialog yang berhasil diceritakan seorang Ajo Sidi pada Kakek yang keseharian bertugas menjaga surau, garin orang-orang menyebutnya. Hingga termakan omongan cerita si Tukang Bual (Ajo Sidi) sang Kakek diketemukan meninggal dengan tangan teriris pisau – bunuh diri.

Dalam perjumpaan Haji Saleh dengan Tuhan, ia disalahkan karena hanya menggunakan seluruh waktunya untuk ketaatan tanpa bekerja dan mempersiapkan kesejahteraan anak keturunannya, berakhirlah ia masuk neraka. Cemaslah pula sang Kakek akan cerita tersebut. Berpikir lantas memilih mengakhiri hidup dengan meninggal, sepeninggalan sang Kakek, surau sudah tidak berpengurus dan roboh.

Gaya kritik sosial-religi yang digunakan dalam setiap tulisan-tulisannya dirasa benar mampu mengalirkan ajaran pemaknaan pada hidup dan kehidupan

Pertama kali terbit pada tahun 1956, kumpulan cerpen ini masih tetap dipandang sebagai bagian dari karya monumental di sastra Indonesia.

Selain Robohnya Surau Kami, sembilan judul cerpen juga melengkapi buku setebal 142 halaman ini. Judul lainnya adalah Anak Kebanggaan, Nasihat-nasihat, Topi Helm, Datangnya dan Perginya, Pada Pembotakan Terakhir, Angin dari Gunung, Menanti Kelahiran, Penolong, dan Dari Masa ke Masa.

Selamat Membaca

13 Reasons Why

Judul    : 13 Reasons Why
Penulis : Jay Asher
Penerbit  : Penerbit Spring
Cetakan   : Pertama, Mei  2018
Tebal     : 324 halaman
ISBN : 978 – 602 – 6682 – 24 – 6

Kau tidak bisa menghentikan masa depan.  Kau tidak bisa mundur ke masa lalu.  Satu satunya cara untuk mengetahui rahasia itu adalah menekan..  Play

Clay Jansen pulang dari sekolah dan menemukan sebuah paket berisi setumpuk kaset.  Namun,  ternyata pengiriman kaset kaset itu adalah Hannah Baker,  teman sekolahnya yang bunuh diri dua minggu lalu.  Dalam kaset kaset itu,  Hannah menjelaskan alasan alasan kenapa dia bunuh diri dan siapa saja yang terlibat didalamnya.  Clay menjadi salah satunya

Hannah Baker sudah tiada.  Seharusnya rahasia rahasia gadis itu terkubur bersamanya.  Namun setelah mendengarkan isi kaset,  Claymenjadi paham kenapa dia menjadi salah satu alasan Hannah Baker mengirimkan kaset padanya.

Sepanjang malam,  Clay mendengarkan kaset Hannah baker,  mengikuti petunjuk yang Hannah berikan,  menyusuri kota kecilnya. Namun yang dia temukan kemudian mengubah hidupnya selamanya.

Kehidupan akan selalu terus berjalan,  kita harus sedikit peka tentang kehidupan teman yang mengalami perubahan. Dari sini nanti kita bisa belajar tentang arti pentingnya psikologi  dan pertemanan dalam mengambil keputusan

Selamat membaca

Pesan Cinta-Nya

Judul    : Pesan Cinta-Nya 
Penulis : Reza Rendy
Penerbit  : PPA institute
Cetakan   : 14, Desember 2019
Tebal     : 341 halaman

Catatan pengembaraan hati seorang pejalan. Bagaimana kita terus melangkah dan tak berhenti menuju Allah. Tetapi dalam perjalanan pastinya selalu ada ancaman apakah berhenti atau salah dalam perjalanan.

Buku ini berisi tentang pesan pesan cinta – Nya yaitu tentang ketauhidtan. Bagaimana kita diajak bukan hanya tau tentang Allah tetapi kita mengenal Allah. Bukan banyak ngomongin Allah tetapi kita harus selalu ngomong sama Allah. Sehingga mengetahui rasanya dalam kehidupan ini Allah selalu hadir.

Wujud utama dari pesan pesan cinta – Nya, memunculkan perasaan jatuh cinta dan di cintai Allah. Melahirkan kesadaran akan hidup sehingga memunculkan rasa ketidakberdayaan tanpa-Nya, sekaligus kekuatan luar biasa menghadapi hidup.

Penggunaan bahasa bumi dalam menjabarkan ketauhidtan menjadikan buku ini mudah dipahami.

Mari kita baca pesan Cinta-Nya maka kau akan dikejutkan dengan keajaiban-Nya. Namun miracle hanyalah hadiah tambahan semata.

Sudah disiapkah dengan hadiah utamamu kawan? Bertemu dengan Allah kelak di surganya.