Taman Soeratmo Ngale

Semakin meningkatnya minat masyarakat pada sektor wisata semakin meningkatkan kreativitas banyak pihak untuk berkompetisi, beberapa desa akhirnya membuat destinasi wisata, baik wisata buatan ataupun wisata ekologi.

Salah satunya Desa Ngale, Ngawi Jawa Timur yang ikut berkompetisi dengan membuat wisata taman bunga, disamping telah sukses menjadi bagian terdepan dalam destinasi wisata kuliner.

Taman soeratmo terletak dibelakang Pasar Ngale, untuk mencapai lokasi sangat mudah karena disamping tower sutet sebagai rujukanya.

Lahan parkir cukup luas dan teduh untuk mobil ataupun sepeda motor. Sebelum masuk lokasi taman kita bisa membeli makanan dan minuman dari deretan penduduk yang berjualan.

Tiket masuk cukup Rp 2.000 saja, buka jam 07.30 – 18.00. Masuk taman sebelah kanan terdapat kolam renang yang sedang dibangun untuk anak anak.

Sebelum sampai ke taman bunganya di pinggir jalan akan ada rumah segitiga.

Taman berada di tengah tengah, pinggir taman terdapat tembok sebagai pembatas dibuat seperti benteng dengan khas gaya eropa

Disamping taman terdapat rumah kurcaci dan singa yang terbuat dari kayu jati.

Selain itu terdapat tempat duduk untuk bersantai yang dibuat menyerupai cafe sehingga bagi yang membawa bekal menggunakannya.

Bagi yang ingin melihat taman bunga dari atas, ada dua tempat yang bisa digunakan yaitu tembok yang ada tangga bisa juga dari atas pohon.

Terdapat miniatur menara eifel dan kupu kupi yang mempercantik taman soeratmo.

Pergi ketaman ini sangat pas ketika sore hari, udara yang mulai sejuk dan ditemani dengan senja kekuning Kuningan menambah indahnya taman soeratmo dengan perpaduan konsep Eropa dan lokal

Keindahan Panorama Pantai Momong Sabang Kedua Indonesia

Pantai Momong Lampuuk bisa dijadikan alternatif kedua bagi yang berkunjung ke aceh tapi tidak kesampaian ke sabang. Pantai ini mungkin belum banyak yang mengenal, dan karena masih tergolong baru jadi belum menarik banyak wisawatan untuk mengunjungi.

Saya sendiri sudah tinggal di aceh sekitar setahun masih sangat asing dan belum ingin kesana. Sebenarnya pantai ini sudah di rekomendasikan sahabat saya pak raharjo yang sudah dua kali ke sana. Dijelaskan beliau kalau pantai ini sangat bagus dikunjungi karena viewnya yang menyejukkan mata dan hati. Hanya saja akses menuju lokasi belum mendukung karena infrastruktur belum dibangun secara penuh.

Kemarin ketika keluarga dari Ngawi beruntung ke Aceh kami coba kesana. Setalah membaca review postingan dari wisata Aceh ada yang mengulas dengan sudut pandang berbeda dan memberikan gambaran menantang tentang Pantai Momong ini. Kalaupun nanti tidak bagus kita akan balek ke pantai Lampuuk di tepi sebelah Pantai Momong, itu rencana kami. Tapi sesampainya di sana, kami merasa puas dengan suasana dan panorama alamnya. Keren.

Pantai ini terletak di Perkampungan Lampuuk di Meunasah Balee, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Letaknya dari jalan sebelum belok masuk ke Pantai Lampuuk, sampai melewati masjid kiri jalan masih terus lagi nanti ada papan nama belok ke kiri jalan, ruas jalan masih makadam belum aspal.

Tiket masuk per orang hanya Rp 3000 dan itu sudah termasuk biaya parkir. Setelah melewat sekitar 300 meter jalan makadam kita akan terpesona. Ada pemandangan indah luar biasa, 11-12 dengan panorama Sabang deh. Birunya air dan luas membentangnya pemandangan.

Selain jernihnya air serta pantai ini juga masih baru kebersihanya masih terjaga dan keindahan alamnya yang asri, terdapat juga pelindung pantai yang aman untuk tempat bermain air anak-anak. Pasir putihnya juga semakin mendukung tempat wisata ini menjadi destinasi yang ramah bagi anak.

Baru ada 2 cafe dan satu cottage, menu andalanya yaitu kelapa muda karena bisa menyegarkan badan. Tersedia juga menu lainya seperti ikan/ayam bakar, mie aceh, mie instan, buah-buah segar dan serba minuman lain.

Untuk bermain air laut di bagian pasir putihnya sedangkan untuk anak anak di bagian karang pelindung, karena yang banyak karang ada pasir putihnya sedikit kalau pas ombak tidak besar aman karena karangnya sebagai penghalang gelombang.

Cafe ini menyajikan dua spot foto yang berbeda satu dari bagian atas dan karang karang, satunya meja makan didekat laut dengan alas pasir putih

Menurut saya inilah pantai yang bisa dijadikan alternatif kedua bagi kalian yang datang ke aceh belum sempat ke Sabang atau berkunjung ke aceh dengan waktu singkat.

Semoga bermanfaat

Mata Ie Hill Side, Waterboom di Bukit Barisan

Aceh Besar – Siapakah yang sudah pernah ke mata ie? Pastinya tak akan ketinggalan untuk pergi menikmati wisata air ke mata ie hill side

Perjalanan sekitar 3 km dari mata ie, dalam perjalanan kita bisa melihat pemandangan kota dari atas dan monyet yang bergelantungan. Sungguh fantastis

Untuk masuk ke lokasi ini cukup bayar 25 ribu rupiah saja.

Di mata ie hill side terbagi 2 bagian kolam renang yaitu bawah dan atas

Kalau dibawah ada 3 kolam kecil kecil

Sedangkan diatas ada 2 kolam yang besar besar

Tempat berseluncur akan dibuka ketika sudah ramai pengunjung sekitar jam 12.00

Kami datang sekitar jam 10 pagi tempat masih sepi sangat cocok bagi yang tidak terlalu suka keramaian.

Kita disini bisa membawa bekal sendiri untuk makan sambil menikmati pemandangan yang sejuk dan suara burung berkicauan sekaligus kera kera yang bergelantungan dipohon.

Bagi yang tidak membawa bekal, di tempat ini disediakan makanan dan minuman sesuai selera kita. Selamat menikmati

Masjid Keucik Leumik

Banda Aceh – Berawal dari santernya masyarakat area Banda Aceh dan sekitar menyoal Masjid Emas nuansa Timur Tengah. Saya pribadi tertarik arus, penasaran juga akhirnya .

Masjid Haji Keuchik Leumiek namanya, masjid yang menggunakan perpaduan gaya serta relief Timur Tengah, Cordova dan Masjid Nabawi tersebut dibangun secara mandiri oleh keluarga Haji Harun putra Keuchik Leumiek .

Haji Harun selain dikenal sebagai seorang pengusaha yang merintis usaha berniaga logam mulia di Aceh (penjual emas), juga berprofesi sebagai wartawan senior serta sejarawan Aceh. Berdasar kesepakatan internal diputuskanlah masjid yang dibangun tersebut dinamakan Ayah Haji Harun yang mana telah merintis perniagaan emas yang terwariskan hingga sekarang .

Nuansa Timur Tengah dari masjid Keuchik Leumiek memang menjadi sorotan dan magnet bagi para wisatawan, khususnya mereka yang hendak berwisata spiritual. Bangunan masjid ini terkategori mewah dan megah, ukurannya yang masuk sedang, efek sentuhan warna emas serta pengelolaannya yang terjaga benar-benar memberikan janji kenyamanan bagi pengunjung .

Di samping pembahasan infrastruktur dari masjid, titik pembelajaran yang langsung saya pilih untuk jadi kesimpulan adalah tentang menjaga niat dan beramal jariyah. Keluarga Haji Harun meski dikejar media untuk ditanyakan estimasi pendanaan hanya memberikan penjelasan agar tidak menanyakan perihal jumlah dana .

Kedua, tentang dedikasi amal jariyah membangun dan memakmurkan masjid. Selain masjid yang telah diresmikan dan dibuka untuk umum pada Februari lalu, keluarga Haji Harun telah mengasuh 100 an santri asuh yang seluruh biayanya ditanggung mandiri oleh pihak Haji Harun sekeluarga .

Semoga beliau senantiasa dalam rahmat dan kita diberikan kemampuan untuk mengikuti upaya amal kebaikan beliau sekeluarga. Aamiin

Link Instagram:

https://www.instagram.com/p/ByNwRpmnDg3/?igshid=1kh8oy5w2k0oo

Pantai Ujong Batee

Aceh Besar – Salah satu pantai yang layak menjadi tujuan wisata Anda jika sedang di Aceh adalah Pantai Ujong Batee. Pantai ini berada di tengah rute dari Banda Aceh menuju Pelabuhan Malahayati. Berjarak kurang lebih 17 kilometer ke arah timur dari Banda Aceh, pantai ini dapat dijangkau dalam waktu 20 menit perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.

Pantai Ujong Batee berada di pesisir Aceh Besar bagian timur laut. Berkunjung ke pantai ini, Anda akan mendapatkan suasana penuh kesunyian yang menenangkan, ditemani keindahan laut Selat Malaka.

Dalam bahasa Aceh, “ujong batee” berarti ujung batu. Nama ini diberikan karena dari pantai ini pengunjung dapat melihat Pulau Weh seperti sebuah bongkahan batu yang berada di ujung lautan. Pantai Ujong Batee memang berhadapan dengan pulau yang menurut sebuah legenda menyatu dengan daratan Sumatera itu.

Ada banyak alasan untuk Anda agar singgah di pantai ini. Salah satunya adalah garis pantai yang lebar. Berkunjung ke pantai ini, meski saat musim liburan, Anda akan tetap merasa lapang dan tenang.

Angin laut yang berhembus sepoi mengiringi gemericik desir ombak. Pantai ini merupakan tempat yang ideal bagi pemburu ketenangan. Rimbunan pohon pinus di sepanjang sisi pantai membuat suasana menjadi tambah tenang.

Ada yang mengatakan pasir berwarna kehitaman di pantai ini memiliki khasiat medis. Pasir Pantai Ujong Batee dipercaya dapat digunakan untuk terapi pengobatan penyakit tulang dan kelumpuhan. Selain itu, merendam tubuh sebatas leher dengan pasirnya yang hangat dipercaya dapat membuat badan menjadi segar. Meskipun belum ada pembuktian medis yang mendukung semua itu, tetapi bagi sebagian orang manfaat dari terapi kesehatan tersebut telah mereka rasakan sendiri.

Selain menawarkan keindahan pantai dan suasana yang tenang, pantai ini juga menjadi tempat yang cocok bagi pemburu makanan lezat. Pantai Ujong Batee termasuk dalam wilayah Kreung Aceh yang terkenal dengan seafood hasil tangkapan nelayan lokal. Karenanya, berkunjung ke pantai ini, Anda dapat mencicipi kepiting besar, udang windu, tiram, dan berbagai jenis ikan karang yang lezat.

Salah satu menu yang patut Anda coba jika berkunjung ke pantai ini adalah ikan kerapu goreng atau dimasak asam keueung dengan ditemani kuah pilek. Dijamin, liburan Anda akan semakin sempurna. Apalagi, harga yang ditawarkan pun tidak akan membuat Anda merogoh kocek dalam-dalam.

Sumber :  IndonesiaKaya

https://www.instagram.com/p/BydEbFUnB6a/?igshid=1ias7tvbr4bbz

Kilas Sejarah Gunongan

Taman sari Gunongan

BANDA ACEH – Gunongan adalah salah satu wisata pendidikan berupa replika gunung bertingkat tiga dengan bagian puncak berupa sebuah teras berbentuk menara.

Bangunan ini didirikan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada tahun (1607-1636) abad ke-17. Taman sari Gunongan dan kandang dinamakan juga taman Ghairah yang ditengahnya mengalir sungai darul asyiqi. Taman ini digunakan untuk tempat bersenang senang permaisuri sultan iskandar muda, putri pahang anak dari sultan johor. Menurut kisah cerita sejarah, pada masa itu dibangunkan untuk sang permaisuri sebagai obat rindu akan kampung halamannya.

Kemudian kandang dijadikan makam Sultan Iskandar tsani menantu sultan Iskandar Muda yang memerintah tahun (1636-1642) , Sultan Iskandar Tsani adalah anak dari sultan pahang Malaysia yang menikah dengan sultanah Safiatuddin Tajul Alam (1642-1673).

Berlokasi di jalan Teuku Umar, Banda Aceh, Gunongan berhadapan  dengan lokasi kuburan serdadu dari Belanda “Kerkoff”.

Gunongan atau gegunungan bentuknya lengkung menirukan topografi gunung yang berlapis lapis, bagian puncak terdapat ornamen berupa mutiara berkelopak. Mempunyai sudut sepuluh, tiap sudut dilengkapi bagian semacam altar berornamen bunga mekar berdaun runcing.

Pintu masuk berada disebelah sisi selatan, untuk memasukinya harus posisi membungkuk, secara filosofis sebagai ungkapan hormat apabila bertamu.

Peterana batu berukir, berada didepan sebelah kiri gunongan, ukuranya berdiameter 1 m dan tinggi 0,5 m, bagian tengah berlubang dan sisi utaranya dilengkapi dengan trap semacam tangga sebanyak 2, dan informasi dari petugas penjaga museum gunongan, peterana ini difungsikan sebagai tempat sang permaisuri keramas.

Selesai menelusuri bangunan gunongan, pengunjung juga dapat mengakses ruang pameran berisikan informasi sejarah kerajaan, nisan peninggalan dan penjelasan sejarah lain terkait kerajaan aceh darusaalam, pintu khop, istana aceh dan sebagainya.

Untuk memasuki cagar budaya satu ini pengunjung sama sekali tidak dipungut biaya (gratis), pengelolaannya juga langsung dibawah Kementerian Pendidikan dan Pariwisata unit pelayanan teknis Aceh dan Sumatera Utara.

Suke Pangon,  Erna dan berbagai sumber

Misteri pembangunan Benteng Indra Patra

Benteng Indra Patra

ACEH BESAR- Benteng menurut Marihandono (2010)adalah bangunan untuk keperluan militer yang dibuat untuk keperluan pertahanan sewaktu dalam peperangan, sekaligus sebagai tempat perlindungan bagi mereka yang tinggal di dalamnya.

Di kawasan Aceh Besar, kita akan dapati peninggalan Benteng Indra Patra yang terletak di Pantai Ujong Batee, Desa Ladong, Jalan Krueng Jaya, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Aceh yang sejak tempo dulu menjadi pusat perdagangan di Selat Malaka sangat memerlukan sebuah benteng guna menjaga keamanan kotanya sekaligus menjamin keselamatan penduduk di dalamnya dari serangan musuh.

Selain Indrapatra di sepanjang pesisir pantai utara terdapat beberapa benteng lain antara lain; Benteng Iskandar Muda, Benteng Kuta Lubok, Benteng Inong Balee.

Dilihat dari seni bangunan dan arsitektur, Benteng Indrapatra menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan benteng-benteng disekitarnya. Berdasarkan pada bentuk bangunan yang nampak, Benteng Indrapatra telah mengalami beberapa tahap periodisasi dalam bentuk dan fungsinya. Adanya pendapat bahwa benteng ini merupakan warisan tradisi masa Hindu tidak dapat kita kesampingkan begitu saja. Ini dapat dilihat dari beberapa kenampakan bagunan yang masih tersisa yang menunjukkan adanya pengaruh dari tradisi Arsitektur masa sebelum Islam dalam hal ini masa Hindu.

Apabila berpijak pada konsepsi pemikiran oleh beberapa sumber yang menyatakan bahwa keberadaan Benteng Indrapatra jauh sebelum masuknya Islam dan difungsikan menurut kebutuhan pada masanya. Pada awal keberadaanya atau kedatangan agama Hindu, benteng tersebut kemungkinan difungsikan sebagai tempat ibadah atau kegiatan ritual keagamaan. Selain itu juga merupakan tempat hunian para keluarga raja dan pembesar istana.

Setelah masuknya Islam, terjadi perubahan fungsi yang cukup drastis, yaitu menjadi sebuah benteng pertahanan. Hal ini ditunjukan dengan adanya komponen bangunan seperti tapal kuda yang biasanya berfungsi sebagai tempat meletakkan moncong meriam. Selain itu benteng ini juga dikelilingi oleh parit yang berfungsi sebagai sarana pertahan, yaitu sebagai penghambat gerakan musuh yang akan mencapai benteng. Keberadaan parit keliling benteng ini banyak dijumpai pada benteng-benteng keraton di Pulau Jawa. Di keraton-keraton Jawa parit keliling ini disebut jagang, dan biasanya di tempatkan buaya di dalamnya. Dalam buku ‘ Tarech Aceh dan Nusantara” disebutkan bahwa di Aceh Besar terdapat sebuah benteng yang bernama Indrapatra. Menurut buku tersebut, bangunan benteng itu bukan merupakan candi atau masjid, tetapi tempat menyimpan alat-alat senjata perang seperti bedil, mesin pelor, meriam dan lain-lain. Ada kemungkinan bahwa pada waktu itu Sultan Iskandar Muda merebut benteng tersebut setelah sebelumnya sempat dipakai oleh Portugis (Zainuddin, 1961:43).

Suke Pangon, dari berbagai sumber

Taman Krueng Neng

BANDA ACEH – Taman kota sudah menjadi kebutuhan masyarakat, tingginya ritme rutinitas dan padatnya aktivitas membutuhkan ruang berekreasi dan menghibur yang cukup. Salah satu sebab itu juga yang menjadi latar kebijakan pemerintah untuk membuat ruang terbuka hijau sebagai tempat bersantai sekaligus berolahraga.

Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.

Trek joging

Taman ini ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati panorama tepi sungai, memancing atau sekedar menikmati suasana teduh dan nyamannya. Taman terasa nyaman dan sejuk, asri. Pengunjung juga banyak yang menjadikan taman ini sebagai sarana edukasi dan jalan-jalan sore santai. Berfoto, bercengkrama hingga olahraga.

Fasilitas untuk trek joging, kamar mandi, dan musholapun juga disediakan. Sehingga tempat ini memberikan janji kenyamanan untuk dikunjungi.

Lokasi.
Jl. Meulaboh – Banda Aceh, Lamjamee, Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Aceh 23232

Pelabuhan Ulee lheue jalur penyebarangan ke sabang

BANDA ACEH – Siapa yang tidak kenal dan terpikat dengan pesona Pulau Sabang? Wisatawan yang hendak berkunjung ke Sabang pastilah akan melalui pelabuhan ini. Ulee Lheue.

Pelabuhan ini juga digunakan sebagai titik berlayar para nelayan. Pematang tepi pelabuhan ramai dikunjungi wisatawan yang datang sepanjang hari. Siang dan semakin ramai di sore hari. Semenjak bencana tsunami 2004 silam, setelah kawasan ini luluh lantah diterjang ombak, kunjungan maksimal pukul 18.30 dan sudah disweeping.

Ulee Lheue secara utama difungsikan sebagai pelabuhan, salah satunya untuk menuju ke Pulau Weh (Sabang).


Pelabuhan Ulee Lheue

Saat kejadian tsunami 2004 lalu, kapal pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) juga bersandar di pelabuhan ule lheue sampai terseret di tengah kota dengan berat mencapai 2600 ton, kapal terseret dan terdampar 5 km ke perkampungan Gampong Punge, Blangcut, Banda Aceh. Itulah bukti kedasyatan tsunami.

Menuju pelabuhan Ule Lheue kita akan dimanjakan jajanan kuliner di sepanjang jalan, sangat pas menikmati senja sore, dikenal dengan sunset indahnya. Jajanan dan minuman ringan hingga berat, banyak pilihan dan siap memanjakan lidah para pemburu kuliner. Selamat menikmati