Pemimpin Yang Ngawi Butuhkan

Jawa Timur merupakan propinsi yang memiliki 38 kabupaten dan kota.  Dari 38 kabupaten dan kota telah melahirkan pemimpin yang telah merubah daerahnya menjadi lebih maju.  Bersaing tingkat nasional bahkan bisa di kancah internasional.

Beberapa pemimpin kabupaten dan kota yang menginspirasi dan mendapatkan penghargaan atas keberhasilan kepemimpinan nya seperti Kang Yoto selama 8 tahun memimpin Bojonegoro, lebih dari 100 penghargaan yang diterima mulai penghargaan Internasional dengan meraih SDSN Award dari lembaga PBB pada saat pertemuan APEC karena Bojonegoro dinilai berhasil membawa Bojonegoro dalam pembangunan berkelanjutan , juga penghargaan pada tingkat nasioal seperti meraih penghargaan lingkungan ( adipura ), pengelolaan antisipasi bencana alam terbaik, kabupaten ramah HAM dll juga penghargaan di tingkat Propinsi Jawa Timur seperti pengelolaan kependudukan.

Tri Rismaharini, mewakili Surabaya mendapatkan penghargaan bergengsi dari London Summit Leaders, dalam kategori Innovative City of the Future. Saat itu, Surabaya jadi satu-satunya kota perwakilan dari Indonesia. 

Penghargaan ini diberikan berkat penilaian dari para ahli tata kota di Eropa. Surabaya dinilai mengalami perubahan drastis di bawah kepemimpinannya. Juga salah satunya sebagai kota terbaik se-Asia Pasifik dalam kategori partisipatif di tahun 2012. 

Hal ini diberikan karena Surabaya berhasil mensinergikan antara pemerintah, swasta, pelajar, dan seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu mengembangkan Surabaya. 

Azwar Anas juga menorehkan prestasi  program ekonomi kerakyatan berhasil meningkatkan pendapatan per kapita warga Banyuwangi dari Rp20,8 juta per orang per tahun menjadi Rp41,46 juta per orang per tahun pada 2016 atau ada kenaikan 99 persen. Angka kemiskinan pun menurun cukup pesat dari level 20 persen menjadi 8,79 persen pada 2016.

“Berdasarkan data BPS, inflasi Banyuwangi terhitung yang terendah. Artinya meski ekonomi dan pendapatan tumbuh, warga tetap terlindungi daya belinya. Tahun ini juga sampai Juni 2017, inflasi Banyuwangi masih terendah se-Jatim berdasarkan data BPS,” ujar I Made Cahyana ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi dilansir dari mobile.rilis.id

Dia menambahkan, program kerakyatan lainnya selama ini telah membantu masyarakat Banyuwangi, khususnya kelompok ekonomi lemah, di antaranya beasiswa Banyuwangi Cerdas yang membiayai 700 anak muda berkuliah di berbagai kampus di Indonesia. 

Fenomenal dibidang pariwisata menaikkan jumlah wisatawan ke Banyuwangi hingga 1.344 persen. Selain itu, Anas berhasil menjalankan konsep pembangunan dari pinggiran berbasis di desa-desa lewat program Smart Kampung.

Sedangkan Ngawi mempunyai potensi yang begitu luar biasa pertama ada pertanian.  Sebagai salah satu lumbung Padi Nasional.

Dilewati jalur transportasi jalan nasional   wisatawan dari jogja yang ingin pergi ke Bromo atau bahkan akan ke Banyuwangi dan ke bali sekalian lewat Ngawi.

Pemimpin Ngawi berkarakter seperti apa yang cocok untuk dingawi selanjutnya, agar menorehkan prestasi tingkat nasional dan internasional serta mengurangi tingkat kemiskinan di Ngawi?

Referensi:
1. Jakartasatu.com
2. Moneysmart.id
3. Mobile.rilis.id
4.  Tirto.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *