Belajar Tekad Dari Anak Kecil

Kita selalu mempunyai impian yang ingin kita gapai. Banyak hal yang harus dilakukan agar dapat menggapainya. Tapi apakah selalu fokus dan berusaha dalam menggapainya.

Terkadang kita yang sudah dewasa untuk menggapai satu impian terbentur akan impian yang lainya lagi. Pernahkah merasakan hal yang demikian?

Ada juga yang sudah sesuai jalur dalam menggapai impianya tapi berjalan lambat karena tak ada semangat untuk cepat menggapainya.

Wajiblah kita belajar dengan anak kecil, bagaimana mereka mempunyai tekad yang kuat dalam menggapai impian dan keinginan

Seperti cerita Yahya, anak saya. Satu waktu ingin sekali mempunyai truk angkut sampah. Tiap hari dia bilang ke bundaya, bunda bunda yahya mau truk sampah. Bundanya bertanya dimana, Nak? Yahya dengan jelas menjawab sana sana deket masjid. Di mana toko mainan langganan Yahya memang terletak di belakang Masjid Raya Baiturrahman Aceh. Sudah bilang seperti itu hampir seminggu, diulang-ulang. Dan puncaknya keinginannya terjadi.

Pagi itu terlihat cerah, rutinitas Yahya kalau pagi main pasir sebelum mandi. Setelah mandi makan dan dia mulai bilang Ayah disana ada truk sampah, “Di mana Nak?” tanya sangat Ayah. “Disana deket masjid”, jawab Yahya.

Setalah makan dia mengajak ayahya ” Yah yuk ke truk sampah”. Yahya menggandeng ayahya keluar rumah, dipikir sang Ayah truk sampah itu ada di depan yang biasa dibuat mainan pasir.

Berlangsunglah dialog keduanya,
Ayah: dimana nak truk sampahnya?
Yahya : disana yah

Yahya terus menggandeng ayahya berjalan mencari truk angkut sampah.

Ayah: Nak di situ ada Bunda dikantor, Yahya gak ikut?
Yahya: enggak yah, truk angkut sampah
Ayah: setelah sampai jalan raya ini belok mana
Yahya: Sini yah kesini
Ayah : benar sini jalanya
Yahya : iya yah sini
Berjalan sudah hampir satu kilometer.
Ayah: yuk minum kelapa muda dulu
Yahya: iya yah.

Dipikir sudah lupa truk angkut sampah ternyata minum separo gelas saja.

Yahya :yuk truk angkut sampah
Ayah : ayuk kemana nih, situ sambil nunjuk jalan

Berjalanlah sekitar 300 meter lagi menemukan ada sapi dan ayunan. Sigaplah sang Ayah mengajak yahya yuk berhenti dulu mainan ayunan sambil melihat sapi dan burung bangu dipinggir sungai.

Setelah menikmati akhirnya mau digendong diajak pulang, dan tertidurlah selama 4 jam, mungkin kecapekan karena jalan jauh tanpa mau digendong.

Lantas apa pelajaran yang dapat kita ambil? Dari sini kita bisa melihat bahwa anak kecil. Mempunyai tekad yang kuat untuk menggapai impianya? Bagaimana dengan kita yang kadang berhenti dan malas untuk melanjutkan?

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *