Kedekatan Aceh dan Jogja melalui Nangka

Buah Nangka sangat akrab dengan kehidupan kita, buahnya enak bisa dimakan langsung atau biasanya dicampur dalam es buah

Siapa yang suka nangka? kebanyakan orang pasti akan menjawab suka? Mengapa bisa begitu karena harga buah yang relatif terjangkau. Apalagi di desa hampir setiap keluarga punya pohon nangka di pekarangan. Selain itu di pasar juga melimpah.

Tapi apakah sudah tau kalau nangka masih muda bisa dibuat sayur? Didesa sayur nangka sangat favorit sebab ibuk ibuk tinggal membeli santan dan tempe sudah jadi deh sayur nangka muda, kita sebut sayur gori.

Lain lagi ketika aku lulus SMA sebelum melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Sempat ikut bimbingan belajar masuk perguruan tinggi berada di Yogyakarta.
Pertama kali nyobain namanya gudeg. Awalnya rasanya aneh karena manis. Tapi lama kelamaan akhirnya suka, nah inilah yang bikin kangen jogja. Tapi taukah kalau gudeg bahan dasarnya dari tewel atau nangka muda. Tambahanya baru trecek, ayam atau bisa telur rebus.

Sampai akhirnya aku bisa menjelajah sampai ke serambi mekah atau daerah Nangroe Aceh Darussalam. Makanan khasnya itu kari kambing atau kuah beulangong. Bahan utamanya daging kambing dan nangka muda. Rasa khas aceh dengan memakai rempah rempah dan kelapa parut bukan santan.

Disisi makanan inilah mengingatkanku tentang kemasyhuran kerajaan Aceh Darussalam yang nota bene hampir tak bisa dijajah Belanda sebelum Snouck Hurgronje datang. Islam menyebar ke seluruh Nusantara dari Aceh melalui jalur perdagangan. Sedangkan di Jawa kita mengenal kerajaan Mataram yang sekarang terkenal dengan daerah Istimewa Yogyakarta. Selalu berjuang melawan Belanda dan sangat mahsyur perjuangannya Sultan Agung berani menyerang Belanda di Batavia.

Nah apakah buah nangka menjadi salah satu bukti kedekatan Aceh dan Jogja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *