Kematangan Dewasa

Dewasa merupakan hal yang di idam idamkan saat kita masih kanak kanak. Tapi saat dewasa malah kita berfikir pingin kembali menjadi anak anak. Benar begitu bukan?

Selama ini definisi dewasa berlaku saat kita tua atau sudah berumur. Kita dianggap sudah dewasa kalau sudah lulus kuliah atau sekitar umur 23 tahun. Saat sudah dewasa barulah kita boleh menikah. Sebenarnya dalam undang undang pernikahan terbaru UU no 16 Tahun 2019 batas untuk boleh menikah umur 19 tahun.

Setelah dewasa kita akan dituntut untuk mencari rezeki yang identik dengan uang atau finansial. Lalu kalau sudah mempunyai pendapatan baru boleh memikirkan menikah? Benar begitu? Itulah pola yang sekarang orang inginkan pada umumnya.

Aku sendiri mengalaminya setelah selesai sekolah lanjut ke jenjang kuliah dan baru memikirkan tentang mencari uang apakah berbisnis ataukah bekerja. Mengumpulkan bekal uang untuk menikah.

Ternyata dalam ajaran agama islam fase setelah anak anak langsung masuk baligh, begitulah penuturan dari ustadz Hary Santoso Hasan. Disinilah kewajiban itu sudah mulai berlaku dibebankan, secara tidak langsung disitulah letak dewasa sudah mulai berlaku.

Kira kira sekarang baligh sekitar umur 11-12 tahun. Dari sinilah dimulai untuk mengenal banyak beramal, berbuat baik dan bersosial. Sehingga kematangannya sekitar umur 15 tahun dan siap untuk berperan dalam peradaban bukan memikirkan tentang uang. Jadi ketika kita banyak beramal pintu rezeki akan terbuka polanya bukan mencari uang tetapi bagaimana uang datang kepada kita.

Kematangan dewasa akan semakin terasah ketika sudah menikah, jadi segerakanlah untuk menikah, karena saya sendiri mengalami kematangan dewasa ketika sudah menikah tetapi masih banyak belajar untuk benar mencapai kematangan dewasa.

Jadi mamang pas ketika umur 19 tahun menikah umur 21 tahun akan menciptakan sejarah peradaban seperti Muhammad Al fatih membebaskan Konstantinopel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *