Petani Hidup Tanpa Hutang, Bisa?

Saat panen tiba cobalah untuk berkeliling di setiap bank di kecamatan pastilah akan penuh sesak. Saat masih di bangku sekolah, pikiran saya mempersepsi berarti petani kalau pas panen tiba banyak yang menabung. Lantas saya tanyakan ke orang tua. Jawaban orang tua nanti kalau udah bermasyarakat pasti tau.

Ketika sudah bermasyarakat akhirnya kemudian saya menemukan jawaban bahwa ketika panen tiba para petani akan membayar hutang dan akan meminjam lagi untuk biaya tanam selanjutnya. Demikian selalu berputar. Kalau seperti ini pola yang diterapkan, sampai kapan petani tidak berhutang? Mereka berasumsi, kalau gak berhutang petani tidak bisa menanam.

Ingat bukan ketika masih kecil kita menginginkan sepeda, beli mainan atau makanan yang istimewa bahkan baju atau perlengkapan sekolah? Orang tua akan bilang “Nanti ya kalau sudah panen Bapak/Ibu baru bisa belikan”. Siapa yang ingat dan mengalaminya?

Beban semua pengeluaran petani terjadi saat panen tiba dan pendapatan habis saat masa tanam datang. Sehingga kondisi inilah para petanimembutuhkan suntikan dana untuk tanam selanjutnya. Itulah pola yang harus di alami petani.

Nah apakah petani bisa terlepas dari pola hutang yang sudah mendarah daging mungkin sampai turun temurun? Dari beberapa pandangan dalam diskusi dengan teman teman yang bergelut dalam pertanian, sangat mungkin dan bisa petani itu tidak perlu berhutang namun ada langkah langkahnya.

Pertama petani harus bisa mengevaluasi dirinya sendiri mengapa harus berhutang, menguntungkan atau tidak berhutang. Sejauh ini bagi saya berhutang kalau bukan untuk menambah aset (sawah) hanya untuk menanam saja maka sangat merugikan petani karena ada bunga dari berhutang sedangkan pendapatan tetap.

Membayangkan atau bermimpi kalau kita tidak punya hutang maka pikiran akan lebih fresh dan tidak ada beban sehingga bisa menikmati hidup lebih nyaman dan santai, bisa bertindak lebih leluasa dalam aktualisasi diri.

Ketiga bahwa berhutang itu kurang baik bagi kita maka haruslah merubah mindset kita harus bisa bersedekah dan menunaikan zakat agar keberkahan dalam bertani ada.

Haruslah kita merubah pola dalam kehidupan kenapa perlu berhutang sih kalau masih mampu berdikari sendiri. Berarti ada yang salah dalam hidup ini kalau masih perlu berhutang. Apakah pengeluaran kita terlalu tinggi ataukah kita perlu menambah pendapatan agar tidak punya hutang?

Terakhir agar tidak punya hutang adalah kita punya target keluar dari jeratan hutang, apakah dalam jangka waktu 4 bulan, 8 bulan, 1 tahun, 2 tahun atau 3 tahun.

Semoga bermanfaat dan kita sama sama belajar keluar dari jeratan hutang.

Suke Pangon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *