Buruh Tani dan Pertanian Terintegrasi

Membincang tentang pertanian maka tak akan lepas dari peternakan, perkebunan, perikanan atau familiar disebut dengan agrokomplek.

Pekerja yang berkecimpung di bidang agrokomplek kerap dibayang bayangi isu kemiskinan atau kondisi pra sejahtera. Kemiskinan kultural yang secara turun temurun diwarisi karena tidak adanya daya upaya untuk merubah kondisi.

Bagi para buruh tani melalui pendidikan berupaya mengubah kemiskinan, berharap anaknya akan mendapatkan pekerjaan yang mampu mengangkat derajat hingga sejahtera tercapai kelak di masa depan.

Tapi selalu ada cara untuk mencukupi kebutuhan buruh tani melalui pekerjaan sampingan yang bisa mengurangi pengeluaran dan meningkatkan pendapatan.

Apa saja yang perlu dilakukan buruh melalui upaya dengan bekerja sebagai petani?

Pertama, wajiblah memelihara ternak dan berkebun. Inilah cara integrasi pertanian secara kecil kecilan.

Memelihara ternak di sini bisa dengan memelihara kambing, sapi ataupun ayam. Sapi atau kambing bisa memilih salah satunya. Sebagai tabungan tahunan dikeluarkan saat kebutuhan hewan ternak melonjak seperti saat hari raya qurban tiba.

Lantas bagaimana mekanisme kerja yang dibangun? Seorang buruh tani saat pulang kerja siang atau sore membawa pakan ternak berupa rerumputan (ngarit). Kotoran ternak padat dan cair bisa digunakan sebagai pupuk untuk menggemburkan tanah.

Memelihara ayam ini sebagai bagian agar makanan sisa setiap hari tidak terbuang percuma. Ayam bisa dijual sewaktu waktu kalau membutuhkan. Telur ayam bisa dijadikan tambahan protein lauk sehari-hari.

Terkahir, upaya lain yang bisa dimanfaatkan pekaraan rumah dengan menanam sayuran, seperti cabai, terong, kangkung, bayam, tomat, kacang panjang. Selain untuk di masak setiap hari, kelebihanya dapat dijual. Dijual langsung ke pasar ataupun dengan dititipkan penjual sayur keliling.

Semoga ide serta gagasan ringan ini bisa dilakukan bagi mereka yang ingin berubah taraf hidup dan kesejahteraan. Karena telah teruji secara nyata, di mana gagasan lama terpakai dan dijalankan oleh orang tua hingga nenek kakek kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *