QURBANMU DAN KEKAYAANMU

Idul Adha penuh dengan makna, mulai dari bagaimana kita mengambil hikmah dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Pelajaran yang dipetik adalah bagaimana pengorbanan Nabi Ibrahim menyembelih Nabi Ismail wujud dari ketaatan kepada Allah SWT semata. Akhirnya Allah menganti Nabi Ismail dengan seekor Domba

Saat sekarang kita diminta untuk berQurban dengan hewan ternak langsung, tidak lagi dengan Qurban anak keturunan kita namun seberapa mampukah kita bisa mengikuti perintah ini? Pengorbanan terhadap sebagian rezeki harta untuk membeli hewan ternak. Mengurangi tabungan untuk membeli hewan qurban lantas membagi-bagikan?
Untuk para peternak mungkin tidak akan kerasa, ia cukup mengambil dari yang ia punya. Sedang masyarakat umum harus merogok kocek cukup dalam yang mana itu tentu saja menjadi godaan berat, sehingga kelapangan pun terasa sempit, ada uang tapi saat tiba waktu qurban serasa lagi ga ada uang. Itu godaannya

Maka sejatinya pengorbanan itu harus dilakukan untuk menilai seberapa tingkat kekayaan kita, karena belum tentu orang mampu mau berqurban. Tingkat kekayaan itu ada di dalam diri kita, mau mengeluarkan sebagian rezeki untuk melaksanakan perintah atau tidak, itu hakikatnya

Kaya atau miskin tergantung tingkat persepsi kita bukan?
Dan semoga keikhlasan senantiasa menyertai amalan-amalan kita, menjadi sarana taqarrub kita kepada-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *