Robohnya Surau Kami

Identitas Novel

Judul    : Robohnya Surau Kami
Penulis : A. A. Navis
Penerbit  : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan   : Keenam belas, September  2010
Tebal     : 139 halaman
ISBN : 978 – 979 – 22 – 6129 – 5

Rivew

Sebagai judul utama, cerpen Robohnya Surau Kami ini mengisahkan dialog seorang Haji Saleh dengan Tuhan. Dialog yang berhasil diceritakan seorang Ajo Sidi pada Kakek yang keseharian bertugas menjaga surau, garin orang-orang menyebutnya. Hingga termakan omongan cerita si Tukang Bual (Ajo Sidi) sang Kakek diketemukan meninggal dengan tangan teriris pisau – bunuh diri.

Dalam perjumpaan Haji Saleh dengan Tuhan, ia disalahkan karena hanya menggunakan seluruh waktunya untuk ketaatan tanpa bekerja dan mempersiapkan kesejahteraan anak keturunannya, berakhirlah ia masuk neraka. Cemaslah pula sang Kakek akan cerita tersebut. Berpikir lantas memilih mengakhiri hidup dengan meninggal, sepeninggalan sang Kakek, surau sudah tidak berpengurus dan roboh.

Gaya kritik sosial-religi yang digunakan dalam setiap tulisan-tulisannya dirasa benar mampu mengalirkan ajaran pemaknaan pada hidup dan kehidupan

Pertama kali terbit pada tahun 1956, kumpulan cerpen ini masih tetap dipandang sebagai bagian dari karya monumental di sastra Indonesia.

Selain Robohnya Surau Kami, sembilan judul cerpen juga melengkapi buku setebal 142 halaman ini. Judul lainnya adalah Anak Kebanggaan, Nasihat-nasihat, Topi Helm, Datangnya dan Perginya, Pada Pembotakan Terakhir, Angin dari Gunung, Menanti Kelahiran, Penolong, dan Dari Masa ke Masa.

Selamat Membaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *